Info Regional
Dishub Diminta Perbanyak Shelter Ojek Online Agar Tak Lagi Tunggu Penumpang di Trotoar
Jakarta, Bindo.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta kepada Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta untuk memperbanyak pembangunan shelter atau tempat naik turun penumpang ojek online di beberapa titik di Jakarta.
Adanya shelter dianggap penting supaya pengemudi tak lagi berhenti atau menunggu penumpang di trotoar yang bisa mengganggu pejalan kaki.
Pramono menyampaikan permintaan tersebut setelah meresmikan Shelter Grab Indonesia Thamrin-Sudirman HI pada Selasa (7/7/2026).
Shelter itu sebagai hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Wisma Kosgoro, dan Grab Indonesia.
“Tujuan diadakannya shelter ini adalah untuk menertibkan agar lebih mudah bagi para pengguna lalu lintas yang menggunakan Grab atau yang lainnya,” tutur Pramono, Selasa.
Diharapkan adanya shelter serupa tak hanya ada di kawasan Bundaran HI, namun juga diperluas ke beberapa lokasi strategis di Jakarta
“Saya sangat berharap tempat-tempat atau shelter seperti ini tidak hanya di tempat ini, tapi di tempat-tempat lain terjaga, terawat dengan baik. Karena untuk mengatur, memperbaiki transportasi di Jakarta tidak hanya memperbaiki infrastruktur yang ada, tetapi konektivitas, kerja sama dengan para pelaku usaha di transportasi ini,” tuturnya.
Pramono menginstruksikan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin agar memperbanyak pembangunan shelter di kawasan dengan mobilitas tinggi, misalnya stasiun dan terminal.
“Dengan demikian, ini menjadi salah satu contoh dan saya akan minta kepada Bapak Kepala Dinas Perhubungan di daerah-daerah lain, tempat-tempat lain yang seperti ini kalau bisa dilakukan akan menjadi lebih baik,” ujarnya.
Menindaklanjuti arahan itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin menuturkan pihaknya sudah bekerjasama dengan asosiasi pengelola properti, asosiasi pelaku usaha, maupun pengelola pusat perbelanjaan untuk menentukan lokasi pembangunan shelter selanjutnya.
Kata Budi, semua perusahaan aplikator, termasuk Grab dan Gojek, juga siap melakukan kolaborasi dalam pembangunan shelter.
“Untuk titik shelter akan kita perbanyak. Kami sudah berkomitmen juga dengan para asosiasi properti, asosiasi pelaku usaha, dan juga mal-mal. Kita akan menentukan titik-titik mana yang akan kita bangun shelter,” tutur Budi.
Dia menuturkan Dishub DKI juga mulai membangun shelter di semua terminal. Kemudian, pembangunan akan diperluas ke kawasan stasiun lewat kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI), salah satunya di Stasiun Palmerah.
Selain memperbanyak lokasi, Budi juga memastikan semua shelter yang dibangun bisa dipakai secara gratis oleh pengemudi ojek online serta bisa beroperasi selama 24 jam.
“Iya, ini gratis dan juga 24 jam. Begitu juga nanti di tempat-tempat yang lainnya,” ujarnya.
Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion
