Connect with us

Info Regional

KAI Group Perkuat Komitmen Keberlanjutan melalui Transformasi Waste Management Terintegrasi di Stasiun Gambir

Published

on

Foto istimewa

Jakarta (Bindo.id) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama anak usahanya, PT Reska Multi Usaha (KAI Services), terus memperkuat komitmen terhadap prinsip keberlanjutan melalui implementasi program Waste Management Terintegrasi di lingkungan operasional perkeretaapian. Program ini menjadi langkah strategis KAI Group dalam membangun ekosistem transportasi publik yang bersih, modern, ramah lingkungan, serta mendukung penerapan ekonomi sirkular secara berkelanjutan. 

Sebagai tahap awal implementasi, KAI Group memulai pilot project pengelolaan sampah terintegrasi di Stasiun Gambir, Jakarta. Pemilihan Stasiun Gambir didasarkan pada perannya sebagai salah satu simpul transportasi utama dengan tingkat mobilitas penumpang yang tinggi. Program ini dirancang untuk mengubah paradigma pengelolaan sampah, dari sekadar proses pembuangan menjadi sistem pengelolaan terpadu yang mencakup pemilahan, pengumpulan, pengolahan, hingga pemanfaatan kembali sampah secara optimal dan bernilai tambah. 

Inisiatif tersebut merupakan bagian dari roadmap pengelolaan sampah KAI Group periode 2026–2029 yang ditujukan untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi di seluruh wilayah operasional perusahaan. Saat ini, total timbulan sampah di lingkungan KAI Group mencapai sekitar 1.854 ton per tahun atau lebih dari 4,3 ton per hari. Oleh karena itu, implementasi program difokuskan pada stasiun-stasiun dengan tingkat aktivitas dan volume sampah yang tinggi sebelum diperluas secara bertahap ke area operasional lainnya, termasuk jalur rel kereta api. 

Melalui pembangunan fasilitas TPS3R modern di berbagai stasiun, KAI Group berupaya memperkuat sistem pemilahan sampah dari sumber, meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi volume sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA), sekaligus membuka peluang pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomis dan energi ramah lingkungan. Selain itu, pengelolaan sampah organik juga diarahkan untuk menghasilkan pupuk yang dapat dimanfaatkan dalam mendukung kebutuhan operasional dan program penghijauan di lingkungan KAI Group. 

Baca Juga  KAI Services Kolaborasi dengan KAI Commuter Hadirkan Layanan Managed Service di Griya Karya Tangerang dan Serpong

Direktur Utama KAI Services, Krisna Arianto, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari transformasi layanan perkeretaapian yang tidak hanya berorientasi pada kualitas operasional, tetapi juga keberlanjutan lingkungan.

“Program Waste Management Terintegrasi ini merupakan wujud komitmen KAI Group dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang modern dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Stasiun Gambir menjadi langkah awal untuk membangun model pengelolaan sampah yang terukur, terintegrasi, dan dapat direplikasi di berbagai stasiun lainnya,” ujar Krisna. 

Program ini juga diharapkan dapat mendukung agenda pengurangan emisi karbon melalui penurunan emisi CO₂, peningkatan kualitas lingkungan stasiun, serta terciptanya area pelayanan publik yang lebih bersih dan nyaman bagi pelanggan jasa kereta api. Pembangunan fasilitas pengelolaan sampah ditargetkan mulai berjalan pada semester II tahun 2026 guna memastikan implementasi program dapat berlangsung secara optimal dan berkelanjutan. 

Dalam implementasinya, program Waste Management Terintegrasi diperkuat melalui pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung sistem monitoring dan pencatatan tonase sampah, proses pemilahan, pengangkutan, hingga pengolahan secara lebih efektif, akurat, dan transparan. 

Keberhasilan program ini juga didukung melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan, antara lain KAI Group, KAI Services, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup/Dinas Lingkungan Hidup, mitra pengelola lingkungan yaitu Enviro, Kepul.id dan PT.Anak Bangsa Juara, mitra ekonomi sirkular, serta partisipasi aktif masyarakat dan pelanggan kereta api. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dari hulu hingga hilir. 

Mengusung semangat “Bebas Sampah”, KAI Group menargetkan terciptanya ekosistem circular economy melalui pengelolaan sampah organik, anorganik, residu, hingga pengembangan potensi konversi sampah menjadi energi. Pendekatan ini diharapkan mampu menghadirkan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. 

Baca Juga  KAI Services Terapkan Kebijakan Keamanan Pangan untuk Produk Makanan di Kuliner Kereta dan Loko Cafe

Direktur Bisnis Korporasi dan Operasi KAI Services, Benny Rustanto, menambahkan bahwa transformasi pengelolaan sampah ini juga merupakan upaya membangun budaya baru di lingkungan transportasi publik.

“Transformasi ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas, tetapi juga pada pembentukan budaya peduli lingkungan. Kami ingin mengajak seluruh pelanggan, pekerja, dan mitra untuk bersama-sama menjaga kebersihan stasiun serta mendukung masa depan transportasi perkeretaapian Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ujar Benny. 

Ke depan, program ini akan dikembangkan secara bertahap melalui roadmap 2026–2029, mulai dari penerapan sistem waste sorting dan treatment di stasiun besar, replikasi di berbagai wilayah strategis, hingga pengembangan sistem pengelolaan sampah terintegrasi di kota-kota besar di Indonesia. 

Melalui implementasi program ini, KAI Services menegaskan perannya sebagai perusahaan penyedia layanan pendukung operasional perkeretaapian yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada keberlanjutan, sekaligus mendukung visi KAI Group dalam menghadirkan transportasi publik masa depan yang lebih hijau dan berdaya saing global.(ahmad)

Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion