Info Regional
Lebih Dari Setahun, Longsor Di Katulampa Bogor Masih Dibiarkan
Bogor, Bindo.id – Warga Bogor mengeluhkan tentang jalanan di kawasan Perumahan Mutiara Bogor Raya (MBR), Katulampa, yang terkena dampak longsor yang belum diperbaiki.
Longsor tesebut terjadi pada (3/3/2025) malam ketika hujan deras berintensitas tinggi.
Peristiwa tersebut bersamaan dengan munculnya retakan sekitar area Stasiun Batutulis yang membahayakan warga.
Dilansir dari Kompas.com, di lokasi pada Rabu (8/7/2026), jalan masuk ke kawasan perumahan MBR lewat jembatan penghubung yang awalnya terdapat 2 lajur jadi 1 lajur sebab terkena dampak longsor.
Di sisi kiri jembatan, terpasang besi dan tambang untuk mencegah pengendara memakai lajur tersebut.
Material longsor seperti tembok penahan tanah masih dibiarkan di bawah area yang terkena dampak.
Sekitar tempat longsor tersebut, ada larangan parkir untuk pengendara sebab ada di rawan terkena dampak longsor.
Seorang warga bernama Muslimin (32) mengaku sering memakai akses itu untuk mengantar seorang anak pergi les.
Karena terkena dampak longsor, dirinya harus mencari jalan yang lebih jauh serta masuk kawasan perumahan secara bergantian lewat jembatan penghubung.
“Soalnya kan tadinya dua jalur jadi satu jalur, kan memakan waktu juga. Ini kan udah lama longsornya,” ujar Muslimin sata di Katulampa, Rabu.
Setelah 1 tahun lebih terkena dampak longsor, dirinya mengatakan belum ada perbaikan dari pihak pemerintah daerah.
“Belum ada perbaikan kayak gitu. Kayak didiemin aja kayak gitu. Kayak enggak ada pemerintah daerah lah istilahnya kayak gitu,” tuturnya.
Dirinya berharap, longsor bisa segera diperbaiki supaya jalan penghubung antara kawasan perumahan MBR dengan Jalan Parung Banteng tak macet.
Percepatan penanganan area longsor tersebut supaya warga merasa nyaman dan aman ketika memakai jalan penghubung itu.
“Ya harusnya pemerintah ya harus lebih gerak cepat lah, istilahnya kayak gitu. Biar fasilitasnya biar enak digunain, terus jalannya juga lancar biar enggak terjadi hal yang tidak diinginkan lagi kayak gitu,” ujarnya.
Warga lainnya bernama Sumardi (50) menuturkan longsor tersebut memang terjadi sebab hujan deras ketika malam hari bersamaan dengan peristiwa di retakan di Batutulis.
Ia mengatakan setelah 1 tahun lebih penanganan lebih lanjut masih belum dilakukan.
“Kalau peninjauan mah terus berjalan, ada terus. Cuman untuk pergerakannya belum ada,” ujar Sumardi di area terdampak longsor, Rabu.
Longsor menyebabkan akses jalan penghubung ditutup 1 lajur yang menyulitkan warga untuk melakukan aktivitas.
“Repot sih repot. Nah, habis kalau enggak dibegitu khawatir karena ada getaran gitu, jadi tambah longsor lagi, tambah merembet,” tuturnya.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menuturkan perbaikan longsor di Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.
Ia mengatakan pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sudah mengirim surat untuk perbaikan longsor itu.
“Ternyata usulan dari Kota Bogor ada tiga titik Cilebut, Jalan Raya Tajur, dan Perumahan MBR yang menjadi kewenangan tupoksi provinsi,” ujar Jenal Mutaqin, Rabu.
“Nah, dari hasil survei, bahwa lokasi tersebut diusulkan diintervensi, menurut keterangan dari PSDA itu di tahun 2027. Reguler APBD 2027,” ujarnya.
Jenal mengatakan sedang bernegosiasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelolaan Sumber Daya Air (UPTD PSDA), supaya bisa diperbaiki memakai anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebab klasifikasi bencana alam.
“Mudah-mudahan dari tiga longsor yang berdampak ini, bisa salah satu diambil dari Belanja Tidak Terduga, jadi tahun ini dibangun. Tapi ini baru akan saya coba lakukan komunikasi,” ujarnya.
Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion
