News
Rehabilitasi Lahan Bekas Tambang di Bangka Belitung Dengan Strategi MIND ID
Jakarta, Bindo.id – PT Timah Tbk yang merupakan anggota MIND ID sudah melakukan beberapa strategi untuk memperbaiki lahan bekas tambang di Bangka Belitung.
Upaya ini dilakukan supaya kehidupan alami di lahan bekas tambang dapat tumbuh lagi.
SM. Reklamasi Pasca Tambang PT Timah Tbk, Abang Asriyadhi Davinci menuturkan pihaknya sudah mempersiapkan area pembibitan pohon yang akan ditanam di daerah-daerah bekas tambang.
“Di area pembibitan sendiri, selain kita melakukan aktivitas pembibitan. Kita ada yang namanya kultur jaringan. Kultur jaringan itu adalah aktivitas observasi kegiatan-kegiatan pembibitan yang kita sifatnya lebih ke arah laboratorium. Nanti tahapan kultur jaringan ini, nanti setelah dia sudah waktunya untuk tumbuh, nanti baru kita pindahkan ke media tanam yang pada umumnya konvensional seperti itu,” ujar Abang beberapa waktu lalu.
Ia menuturkan bibit yang dikembangkan tak hanya ditanam saja. Akan tetapi juga diadakan perawatan hingga 3 tahun pascatanam.
Dia mengatakan langkah tersebut untuk memastikan supaya tanaman yang ditanam dapat tumbuh secara optimal di lahan bekas tambang.
“Kemudian akan dilakukan perawatan sampai dia tumbuh. Minimal di aktivitas pemeliharaan itu sekitar 3 tahun ke depan seperti itu setelah dilakukan penanaman,” ujarnya.
Ia optimistis dengan langkah itu, ekosistem lahan bekas tambang dapat kembali, sehingga kelestarian dapat terjaga.
“Sejauh ini PT. Timah Tbk membuktikan bahwa lokasi pasca tambang ini bisa kita kembalikan lagi ekosistemnya baik dari floranya maupun dari tanaman dan tumbuh-tumbuhannya. Ketika vegetasi mulai stabil, perubahan lain pun mengikuti. Kawasan yang pulih menyediakan ruang aman bagi satwa untuk kembali,” ujarnya.
Dokter Hewan PPS Alobi Foundation drh. Joko Trianto menyebutkan PT Timah Tbk mempersiapkan beberapa lahan untuk dibangun kandang rehabilitasi satwa.
Ia mengatakan kandang-kandang tersebut tujuannya untuk menyiapkan satwa-satwa yang nantinya akan dirilis ke alam liar.
“Kita dikasih lahan timah seluas 3,8 hektare atau lebih itu untuk kita bangun beberapa kandang rehabilitasi ya untuk satwa yang kita selamatkan, kita rehabilitasi sampai siap dirilis kembali ke alam,” ujarnya.
Ia menyebutkan pihaknya juga berupaya untuk menjaga agar insting liar satwa tetap terjaga. Hal ini tujuannya supaya satwa dapat bertahan hidup saat dilepas liarkan di alam liar.
“Untuk menjaga atau kita mengembalikannya insting liarnya, satwa liar yang kita rescue. Jadi merupakan media yang membuat lingkungan satwa yang berada di dalam kandang itu seolah-olah mirip seperti habitat alaminya,” ujarnya.
Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion
