Ekonomi
RI Impor Emas 2,5 Ton, Ini Daftar Negaranya
Jakarta, Bindo.id – Pada April 2026, Indonesia terdata telah mengimpor emas dengan volume 2,50 ton atau senilai US$ 377,2 juta.
Dari total itu, Australia sebagai negara pemasok emas terbesar ke Indonesia.
“Jadi, impor emas atau HS 7108 pada April 2026 ini ada sebanyak 2,50 ton atau sebesar US$ 377,2 juta,” tutur Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik Pudji Ismartini saat konferensi pers, Selasa (2/6/2026).
Pudji mengatakan Australia memasok emas ke Indonesia dengan nilai impor senilai US$ 199,2 juta atau setara 1,3 ton.
Kemudian disusul Hongkong dan Uni Emirat Arab, yang masing-masing mengimpor 533 kg serta 240 kg emas.
“3 negara asal emas terbesar, yang pertama adalah Australia, yaitu 1,3 ton atau US$ 199,2 juta atau 52,81%. Kemudian Hongkong 533 kg atau US$ 81,7 juta, kemudian Uni Emirat Arab itu 240 kg atau US$ 36,4 juta,” ujar Pudji.
Secara keseluruhan, impor nonmigas dari Australia terdata hingga US$ 4,15 miliar pada Januari sampai April 2026.
Dari total impor itu, senilai US$ 1,39 miliar adalah kontribusi dari sektor logam mulia serta perhiasan/permata.
Jumlah tersebut memberikan share 33,54% serta naik tinggi sampai 314,13% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu (year on year/yoy).
“(Impor nonmigas dari Australia) didominasi impor logam mulia dan perhiasan atau permata (HS 71) dengan share 33,54% dan tumbuh 314,13% secara c-to-c,” ujar Pudji.
Ada juga impor serealia dari Australia senilai US$ 500 juta atau naik 16,63% serta bahan bakar mineral US$ 442 juta atau turun 6,83%.
Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion
