Connect with us

Info Regional

Ratusan Pencari Kerja Terkena Penipuan Lowongan Kerja Freeport Di Grup WhatsApp, Bayar Hingga Rp 8 Juta

Published

on

Penipuan lowongan kerja freeport di whatsapp [instagram]

Mimika, Bindo.id – Ada 178 pencari kerja (pencaker) di Kabupaten Mimika yang tertipu perekrutan tenaga kerja di lingkungan PT Freeport Indonesia (PTFI) dan Bandara Timika di grup whatsApp.

Ratusan pencari kerja itu kemudian datang ke Sentra Pelayanan Polres Mimika untuk membuat laporan Polisi pada Jumat (19/6/2026).

‎Para korban mengaku direkrut lewat grup whatsApp “Maret-April Job” yang dikelola oleh 3 orang admin.

Bermodalkan syarat KTP, mereka pun dijanjikan bekerja di PTFI ataupun Bandara Timika.

‎Usai bergabung di grup tersebut, para pencari kerja mengaku mereka diminta mentransfer uang nominal Rp 500.000 hingga Rp 8 juta, sesuai dengan posisi pekerjaan yang ditawarkan.

“Ini untuk beberapa kontraktor yang baru buka di atas, tapi itu kalau ke Freeport kan harus buat lamaran dan lain-lain, ini tidak cuma minta KTP saja,” ujar salah satu pencari kerja, Hendrik, ke awak media, Jumat.

‎Penipuan itu terungkap usai mereka menerima undangan mengikuti family gathering, wawancara, pemeriksaan kesehatan, pembuatan kartu identitas, penandatanganan kontrak kerja, serta pengenalan perusahaan di salah satu hotel. Akan tetapi kegiatan tersebut tak ada.

Yakobus Balubun yang juga menjadi korban, mengaku dia mendaftar sejak Februari 2026 serta dijanjikan masuk kerja di gelombang kelima.

Selanjutnta, ia diminta mentransfer uang senilai Rp 5 juta untuk biaya proses rekrutmen. ‎

“Saya dijanjikan mulai bekerja pada Maret, tetapi dibatalkan. Bulan April dijanjikan lagi, namun kembali batal,” tuturnya. ‎

Tidak hanya itu, untuk posisi cleaning service para pencari kerja diminta untuk membayar senilai Rp 500.000. Teman dan keluarga korban juga ikut tertipu.

Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion

Baca Juga  Warga Bakar Kantor Distrik, Polda Papua Menanti Putusan KPU Paniai