Connect with us

Info Regional

Demo Mahasiswa Ricuh Tolak Militerisme Di Jayapura

Published

on

Demo Mahasiswa ricuh tolak Militerisme di Jayapura [facebook]

Jayapura, Bindo.id – Ratusan mahasiswa yang tergabung di Solidaritas Mahasiswa Papua mengadakan aksi demo di Kota Jayapura, Papua, pada Senin (27/4/2026).

Aksi tersebut berakhir kericuhan. Massa aksi melemparkan batu ke aparat yang berusaha mengadang pergerakan massa.

Ratusan mahasiswa tersebut mulai berkumpul sejak pagi di beberapa titik, seperti Expo Waena, Perumnas Tiga, Lingkaran Abe dan kampus Universitas Cenderawasih.

Aksi demo tersebut dilakukan sebagai protes atas dugaan militerisme di Papua yang dinilai berlebihan serta mengakibatkan jatuhnya korban sipil.

Massa berkumpul di Expo Waena dan Perumnas Tiga. Mereka berupaya  melakukan long march untuk bergabung dengan massa yang ada di Lingkaran Abepura, akan tetapi diadan aparat kepolisian sebab mengganggu ketertiban umum.

Massa yang tak terima diadang melawan dengan melemparkan batu ke arah aparat kepolisian yang berjaga. Sehingga pembubaran paksa dilakukan memakai tebakan meriam air dan gas air mata.

Massa sudah dibubarkan serta saat ini aparat masih berjaga di beberapa titik di Expo hingga Perumnas Tiga.

Massa yang ada di Lingkaran Abepura bergabung dengan massa lainnya di Universitas Cenderawasih serta masih mengadakan orasi.

Aksi demo mahasiswa tersebut dilakukan secara serentak di Kota Jayapura, Nabire dan Wamena, serta Jayawijaya.

Sekolah di Kota Jayapura diliburkan

Imbas dari aksi demo yang dilakukan mahasiswa, Pemerintah Kota Jayapura menetapksn meliburkan semua aktivitas sekolah.

Kebijakan tersebut diambil untuk mencegah para siswa terjebak ketika aksi demo berlangsung.

“Seluruh anak sekolah harus diliburkan karena ketika demo terjadi dan ada anak sekolah yang terjebak dengan situasi demo. Jadi saya sudah instruksikan kepada kepala dinas untuk meminta sekolah di Kota Jayapura diliburkan dan belajar online dari rumah,” ujar Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo.

Haralan Wali Kota, aksi demo yang berlangsung tak mengganggu aktivitas umum serta tak berujung anarkis.

Baca Juga  Ekonomi Kreatif dari Satgas Yonif 143/TWEJ untuk Kesejahteraan Masyarakat Papua

“Saya sebagai Wali Kota berharap aksi demo tidak anarkis apalagi sampai bakar membakar karena akan menggangu aktivitas warga Kota Jayapura. Saya harap masyarakat juga jangan terprovokasi dan tetap tenang,” ujarnya.

Kata Abisai, jika aksi demo yang dilakukan berujung anarkis maka aparat gabungan TNI-Polri harus mengambil sikap tegas untuk membubarkan massa pendemo.

“Bagi yang mau demo silakan, tapi jangan anarkis karena kota ini milik kita bersama. Saya kira aparat keamanan TNI-Polri sudah menyiapkan pengamanan, jadi kalau ada tindakan anarkis dibubarkan saja,” ucapnya.

Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion