Connect with us

Ekonomi

Purbaya Diminta Siapkan Skenario Untuk Antisipasi Harga Minyak 100 Dollar AS

Published

on

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa [instagram]

Jakarta, Bindo.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan Presiden Prabowo Subianto meminta dirinya untuk menyiapkan simulasi fiskal mengantisipasi kenaikan harga minyak dunia.

Ini dilakukan seiring tren harga minyak dunia yang terus menguat, hingga tembus 100 dollar AS (Rp 1,79 juta asumsi kurs Rp 17.875) per barrel di akhir perdagangan Kamis (23/6/2026).

Kata Purbaya, simulasi itu sebagai langkah antisipasi supaya pemerintah bisa menghitung imbas kenaikan harga minyak pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kemarin di rapat kabinet Presiden meminta kami melakukan simulasi untuk harga minyak dengan skenario yang berbeda. Bukan 100 dollar AS saja atau lebih, jadi gimana kita anggarannya. Jadi sedang kita hitung tadi,” ujarnya di Kemenkeu, Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Purbaya saat ini memastikan APBN masih cukup kuat untuk menahan imbas kenaikan harga minyak.

Dia mengatakan harga BBM subsidi juga akan tetap dijaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kalau yang (BBM) subsidi akan kita jaga terus,” ujarnya.

Ia mengatakan kenaikan harga minyak dunia yang kembali menyentuh level 100 dollar AS per barrel masih sesuai asumsi yang dipakai pemerintah untuk penyusunan APBN.

Kondisi tersebut dianggap belum jadi ancaman kondisi fiskal negara.

“Kita asumsikan kan 100 dollar AS kan. Berarti keadaan ini bukan berarti hal yang baru untuk kita, jadi bisa kita adjust lagi nanti, anggarannya seperti sebelumnya. Jadi enggak kaget lah,” ujarnya.

Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion

Baca Juga  Debat Pertama Capres 2024 Soroti Konflik Dan HAM Di Papua