Connect with us

Seni dan Budaya

5 Gunungan Sedekah Bumi Di Bekasi, Ludes Diperebutkan Warga Kurang 5 Menit

Published

on

Sedekah Bumi di Bekasi [kompas]

Bekasi, Bindo.id – Tradisi sedekah bumi di Kampung Buwek, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat digelar pada Senin (17/8/2026).

Tampak warga berebut hasil bumi di acara sedekah bumi tersebut, Senin sore.

Tradisi tersebut diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Warga berkumpul di sekitar 5 gunungan yang isinya berbagai hasil bumi sejak pukul 15:00 WIB.

Warga langsung berebut mengambil sayuran dan buah-buahan yang disusun di gunungan saat pembagian dimulai.

Kurang dari 5 menit, 5 gunungan itu habis diambil warga. Gunungan tersebut isinya berupa hasil pertanian dan buah-buahan, seperti jagung, terong, kacang panjang, ketimun, tomat, wortel, labu, pisang, salak, jeruk, serta kecapi.

“Saya baru dua kali ikut acara sedekah bumi. Sangat berkah ya buat masyarakat. Tapi tadi cepat banget sudah habis,” ujar Dewi (40), warga Babakan, dilansir dari kompas, Senin.

Dewi sempat berdesakan dengan warga lain ketika mengambil hasil bumi. Dirinya tetap antusias mengikuti tradisi tersebut meski berdesakan.

“Tadi memang berebut, tapi saya antusias banget,” tuturnya.

Dari gunungan yang dibagikan, Dewi memperoleh bahan makanan berupa jagung, wortel, dan labu.

Roisah (54), warga Sumberjaya juga merasakan hal serupa. Dirinya datang bersama rombongan tim kasidah untuk ikut tradisi sedekah bumi.

Sebelum mengikuti acara ini, Roisah bersama rombongannya terlebih dahulu tampil di kegiatan di lapangan.

“Tadi habis tampil di lapangan, terus ganti baju, balik lagi ke sini pakai motor buat ikut sedekah bumi,” tutur Roisah.

Kata Roisah, sedekah bumi sudah jadi tradisi yang diselenggarakan setiap tahun.

Ia mengatakan warga mengikuti kegiatan itu untuk memperoleh keberkahan dari hasil bumi yang dibagikan.

Baca Juga  Deklarasi Alumni Purna Bakti Transportasi Darat, Wujud Komitmen Jaga Silaturahmi dan Kontribusi ke Sektor Transportasi

“Sedekah bumi ini biar minta keberkahannya. Ini sudah tradisi, tiap tahun selalu begini. Alhamdulillah pokoknya seru,” tuturnya.

Di acara itu, Roisah memperoleh jagung, tomat, kentang, terong, labu siam, serta kacang panjang.

Roisah mengatakan pelaksanaan sedekah bumi tahun ini terasa lebih ramai jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Jumlah gunungan yang disiapkan bertambah dari 4, saat ini menjadi 5.

“Kalau yang kemarin gunungannya ada empat, sekarang lima,” ujarnya.

Dia berharap tradisi ini terus diselenggarakan dan semakin membawa keberkahan untuk masyarakat.

“Mungkin kalau ditambah lagi, biar berkah, biar tambah sehat. Harapannya ke depan biar tambah maju lagi, biar makmur rakyatnya,” tutur Roisah.

Penyelenggara kegiatan, Saiful Nyamat, menyebut tradisi sedekah bumi di Kampung Buwek sudah berlangsung selama 9 tahun.

Menurutnya, kegiatan ini awalnya diselenggarakan secara sederhana. Setiap tahun pelaksanaannya terus ada perkembangan dan semakin dinantikan masyarakat.

“Acara sedekah bumi itu memang kita adakan setiap tahun, sudah berjalan sembilan tahun ini. Kalau dulu sih sederhana saja,” tutur Saiful.

Dia menyatakan sedekah bumi sebagai bentuk rasa syukur masyarakat terhadap alam yang sudah memberi berbagai kebutuhan untuk kehidupan sehari-hari.

“Karena bumi ini kita injak, kita kencingin, mohon maaf, kita kotorin. Jadi kita bersyukur sama bumi ini sudah menghasilkan kita oksigen, menghasilkan kita tumbuh-tumbuhan, dengan alam yang begitu indah,” tuturnya.

Hasil alam yang dikumpulkan selanjutnya dibagikan ke masyarakat lewat kegiatan ini.

Panitia juga telah menyiapkan hasil ternak yakni ikan lele.

Ada 810 kilogram ikan lele yang disiapkan untuk dibagikan untuk masyarakat.

Kata Saiful, tahun ini ada 5 gunungan yang isinya campuran sayur-mayur dan buah-buahan hasil dari wilayah Sumberjaya.

Setiap gunungan beratnya sekitar 150 kilogram.

Baca Juga  KRL Lintas Bekasi Hanya Sampai Di Stasiun Cakung Dampak Adanya Tiang LAA Miring

Jumlah itu merupakan campuran dari berbagai hasil pertanian serta buah-buahan.

Hasil buah yang disiapkan tahun ini sedikit berkurang jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kondisi ini dipengaruhi kemarau yang cukup panjang.

“Buahnya agak berkurang karena kemaraunya cukup panjang, jadi buahnya agak sedikit berkurang,” ujar Saiful.

Dia bersyukur masyarakat masih bisa menghasilkan berbagai tanaman untuk dibagikan saat tradisi sedekah bumi.

Harapan Saiful, hasil pertanian masyarakat kembali meningkat sehingga di tahun depan lebih banyak hasil bumi yang bisa disiapkan.

“Harapannya kita lebih banyak lagi gundukan-gundukan dan hasil panen yang kita dapat,” tuturnya.

Kata Saiful, tradisi sedekah bumi tahun ini sengaja diadakan bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI setelah sebelumnya diadakan ketika awal bulan Muharram.

“Jadi momentum itu pas acara 17 Agustus, mengenang para pahlawan kita juga, dan bersyukur sama alam yang sudah memberikan kita begitu banyak oksigen dan keberkahan untuk kita,” ujarnya.

Menurut warga, sedekah bumi bukan hanya jadi kesempatan memperoleh hasil pertanian, namun juga jadi tradisi untuk berkumpul, berbagi, serta mengungkapkan rasa syukur atas hasil alam yang telah mereka nikmati.

Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion