Info Regional
Hadir Duta Besar Belanda, Kick-Off KLIC FEST 2026 di Bundaran HI Meriah, Klaten Siap Jadi Pusat Festival Sepeda Dunia

Jakarta (Bindo.id) – Kawasan Bundaran HI berubah menjadi lautan pesepeda saat kegiatan Fun Ride dan Kick-Off Klaten International Cycling Festival (KLIC FEST) 2026 digelar meriah pada Minggu (26/4/2026) pagi.
Ratusan peserta dari berbagai komunitas sepeda ikut meramaikan acara yang menjadi penanda dimulainya rangkaian menuju festival sepeda internasional di Klaten, Jawa Tengah.
Dengan rute Bundaran Senayan–Bundaran HI, peserta tampak antusias mengayuh sepeda sambil membawa semangat kampanye transportasi ramah lingkungan. Setelah fun ride, acara dilanjutkan dengan konferensi pers dan soft launching resmi KLIC FEST 2026.

Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen, perwakilan Pemerintah Kabupaten Klaten, Kementerian Perhubungan, Kementerian Lingkungan Hidup, serta komunitas sepeda dari berbagai daerah.
Kehadiran berbagai unsur itu menegaskan bahwa sepeda kini bukan sekadar alat transportasi, melainkan bagian dari gaya hidup modern, budaya kota, dan solusi mobilitas masa depan.
KLIC FEST 2026 dijadwalkan berlangsung pada 17–24 Mei 2026 di kawasan Candi Prambanan, Klaten. Festival ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya International Cycling History Conference (ICHC) digelar di Indonesia sekaligus Asia Tenggara.
Momentum tersebut menjadi pengakuan dunia bahwa Indonesia memiliki posisi penting dalam sejarah dan budaya sepeda global.
Selama delapan hari pelaksanaan, festival akan diisi beragam agenda menarik, mulai dari parade internasional, pameran sepeda klasik, Alley Cat, criterium race, Uphill Challenge, Bike Camp, Pushbike Competition, Bike to School Program, bazar UMKM, konser musik, hingga kirab budaya.
Kementerian Perhubungan menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan KLIC FEST 2026. Dukungan itu disampaikan Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Yusuf Nugroho, saat menghadiri konferensi pers.
Menurut Yusuf, KLIC FEST 2026 merupakan gagasan visioner karena mampu menggabungkan aspek akademik, mobilitas, keselamatan jalan, dan partisipasi publik dalam satu ekosistem.
“KLIC FEST 2026 merupakan inisiatif yang sangat relevan dan visioner. Kegiatan ini mengintegrasikan dimensi akademik, mobilitas, isu keselamatan jalan serta partisipasi publik dalam satu ekosistem yang utuh,” ujar Yusuf.
Ia menilai sepeda menjadi salah satu jawaban atas tantangan global seperti kemacetan, tingginya angka kecelakaan lalu lintas, dan perubahan iklim.
“Sepeda menjadi salah satu solusi mobilitas yang ramah lingkungan, sehat, dan inklusif. Pemerintah Indonesia terus mendorong transformasi sistem transportasi yang berorientasi pada manusia atau people-centered mobility dengan keselamatan sebagai prioritas utama,” katanya.
Yusuf menjelaskan, pemerintah saat ini terus memperkuat keselamatan transportasi jalan melalui pengujian kendaraan, sistem manajemen keselamatan angkutan umum, penyediaan fasilitas jalan, serta edukasi kepada masyarakat.
Upaya itu juga sejalan dengan komitmen global melalui Dekade Aksi Keselamatan Jalan 2021–2030.
“Tema Global Road Safety Week tahun ini menegaskan bahwa jalan harus menjadi ruang kehidupan yang aman bagi semua, khususnya pesepeda sebagai pengguna jalan yang rentan, dengan tagline Street for Life: Make Cycling Safe,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga mendorong integrasi transportasi umum dengan moda non-motorized seperti sepeda untuk mendukung perjalanan first mile dan last mile.
“Kami mendorong integrasi transportasi publik dengan moda non-motorized termasuk sepeda sebagai bagian dari konektivitas transportasi first mile dan last mile,” jelas Yusuf.
Ditambahkan Yusuf, Pemerintah juga memperkuat infrastruktur ramah pesepeda melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah. Hal itu diperkuat melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 59 Tahun 2020 tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan.
“Regulasi ini mengatur secara komprehensif mulai dari standar keselamatan sepeda dan pesepeda, penyediaan lajur sepeda, hingga fasilitas pendukung seperti rambu, marka, dan parkir sepeda yang terintegrasi dengan sistem transportasi,” katanya.
Dalam rangkaian ICHC 2026, Kemenhub juga berencana mengundang kepala balai pengelola transportasi darat se-Indonesia serta kepala dinas perhubungan provinsi, kota, dan kabupaten.
“Transformasi transportasi membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, komunitas, dan mitra internasional,” tutur Yusuf.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat, khususnya pesepeda, untuk menjadikan keselamatan sebagai budaya bersama.
“Melalui KLIC FEST 2026, kami menegaskan bahwa jalan adalah ruang kehidupan yang harus aman dan selamat bagi semua, termasuk pesepeda. Lebih dari sekadar infrastruktur, keselamatan bersepeda adalah cerminan kedisiplinan dan budaya berlalu lintas. Make Cycling Safe harus dimulai dari diri kita sendiri,” pungkasnya.
Melalui KLIC FEST 2026, Klaten kini bersiap menjadi sorotan dunia—bukan hanya karena warisan Candi Prambanan, tetapi juga sebagai panggung baru peradaban sepeda global.
Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion
