News
Harga Minyak Dunia Meroket Imbas Sektor Energi Timor Tengah
Manama, Bindo.id – Target serangan terbaru Iran ke wilayah Teluk pada Senin (9/3/2026) di beberapa instalasi energi, termasuk kompleks minyak Al Ma’ameer di Bahrain.
Serangan itu menyebabkan kebakaran di fasilitas perminyakan milik perusahaan energi negara, Bahrain Petroleum Company (Bapco).
Imbas insiden tersebut, Bapco mengumumkan kondisi force majeure pada operasional yang terkena dampak. Upaya ini membuat Bahrain sebagai produsen energi Teluk terbaru yang mengaktifkan klausul hukum itu di tengah eskalasi konflik di kawasan.
Pada pernyataannya, Bapco mengatakan langkah tersebut diambil sebab imbas konflik regional yang sedang berlangsung.
“Dengan ini menyampaikan pemberitahuan keadaan force majeure pada operasi grupnya yang terdampak konflik regional yang sedang berlangsung di Timur Tengah, dan serangan baru-baru ini terhadap kompleks kilang minyaknya,” ujar Bapco.
Pihak berwenang Bahrain menyebutkan kebakaran imbas serangan pada fasilitas minyak Al Ma’ameer telah berhasil dikendalikan.
Produsen energi di Qatar dan Kuwait juga menerbitkan deklarasi serupa. Biasanya pernyataan tersebut sebagai peringatan bahwa peristiwa di luar kendali perusahaan bisa mengakibatkan target ekspor tak tercapai.
Lonjakan ketegangan tersebut ikut mengguncang pasar global. Bursa saham Asia pada Senin melemah seiring naiknya harga minyak mentah yang mencapai level tertinggi sejak invasi Rusia ke Ukraina tahun 2022.
Para investor berbondong-bondong menarik dana sebab khawatir akan nengganggu pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.
Serangan Iran ke negara Teluk
Di lain sisi, negara-negara Teluk terus menghadapi serangan rudal maupun drone yang dilakukan Iran.
Otoritas di berbagai negara berusaha keras menangani imbas serangan yang terjadi hampir setiap hari.
Di Qatar, Kementerian Dalam Negeri menangkap lebih dari 300 orang sebab menyebarkan gambar maupun informasi menyesatkan tentang serangan Iran beberapa hari sebelumnya.
Penangkapan itu sebagai tindakan serupa di beberapa negara Teluk yang jadi target serangan pada bandara, pangkalan militer, instalasi energi, maupun kawasan permukiman.
Negara-negara Teluk jadi pihak yang paling terkena dampak dari respons Iran setelah Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan udara besar-besaran pada Iran tanggal 28 Februari 2026.
Sejauh ini, ada 21 orang yang dilaporkan tewas di kawasan Teluk sejak Iran memulai serangannya, termasuk 10 warga sipil serta 7 anggota militer AS.
Sebelumnya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan, Iran akan terpaksa merespons negara-negara tetangga apabila wilayah mereka dipakai untuk menyerang Iran.
Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion
