Connect with us

Info Regional

Dukung Kelestarian Batik Nusantara, KAI Wisata Hadirkan Lelana Gallery di Stasiun Yogyakarta

Published

on

Foto istimewa

Yogyakarta (Bindo.id) – Sebagai salah satu bentuk dukungan bagi kelestarian batik nusantara dan para pengrajin batik, PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) menghadirkan Lelana Gallery di Stasiun Yogyakarta. Lelana Gallery hadir sebagai galeri showcase yang mengkurasi brand lokal yang tidak hanya menawarkan produk dengan desain berkualitas tinggi, tetapi juga memiliki komitmen sustainability yang kuat bagi keberlanjutan sosial, budaya, dan lingkungan. Lelana Gallery bisa dinikmati di Showcase Gallery dan Executive Lounge Stasiun Yogyakarta. Kehadiran galeri ini memperkuat posisi Stasiun Yogyakarta sebagai salah satu simpul strategis KAI Wisata yang memadukan fungsi transportasi, hospitality, dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis komunitas.

Direktur Utama KAI Wisata, Raden Agus Dwinanto Budiadji dalam soft launching di Stasiun Yogyakarta, Kamis (16/7) mengatakan, “Lelana Gallery ini hadir sebagai komitmen KAI Wisata dalam mendukung UMKM lokal dan pelestarian warisan budaya Nusantara. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari upaya KAI Wisata untuk memperkaya pilihan bagi penumpang KAI selama ada di stasiun sebagai ruang publik yang bernilai edukatif dan berdampak positif bagi ekosistem kreatif nasional.”

Raden Agus Dwinanto Budiadji menambahkan, Lelana Gallery ini menghubungkan pariwisata dengan keberlanjutan. Setiap brand yang dikurasi tidak hanya menjual produk, tetapi juga membawa nilai dan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Pada tahap awal, Lelana Gallery menghadirkan tiga brand pilihan yang saling melengkapi:

• Galeri Batik Jawa – Mengangkat keindahan batik dengan pewarna alami yang ramah lingkungan. Brand ini membuktikan bahwa warisan budaya dapat terus hidup dengan cara yang lebih bertanggung jawab terhadap alam, sekaligus membuka peluang bagi para perajin batik tradisional untuk terus berkarya.

• Lawe Indonesia – Memberdayakan ribuan perajin tenun di berbagai daerah Nusantara sekaligus melestarikan tradisi tenun. Setiap helai kain yang dipamerkan membawa cerita panjang dari daerah asalnya, merepresentasikan kekayaan motif dan filosofi lokal yang patut dijaga dan diperkenalkan kepada generasi mendatang.

• The Mogus by Mang Moel – Konsisten mengusung kampanye preservasi lingkungan melalui karya dan praktik kreatifnya. Brand ini menghadirkan pendekatan kreatif yang menempatkan isu lingkungan sebagai inti dari setiap produk, sehingga setiap pembelian menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian alam.

Baca Juga  Dosen UGM Berikan Inovasi Pakan Ternak Pada Kelompok Ternak Sleman Saat Pengabdian Masyarakat

Kurasi ketiga brand ini mencerminkan tiga pilar utama Lelana Gallery, yaitu pelestarian budaya, pemberdayaan komunitas, dan tanggung jawab lingkungan. Melalui pendekatan kuratorial yang ketat, KAI Wisata memastikan setiap brand yang hadir benar-benar membawa nilai tambah yang sejalan dengan visi keberlanjutan perusahaan.

Lelana Gallery di Stasiun Yogyakarta diharapkan menjadi destinasi baru yang tidak hanya memberikan pengalaman berbelanja produk lokal berkualitas, tetapi juga mendukung perjalanan wisata yang lebih bermakna dan berkelanjutan. Kehadirannya juga diharapkan mampu menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk mengenal lebih dalam kekayaan kreativitas Indonesia melalui produk-produk yang lahir dari komunitas dan tradisi lokal.

“Kami ingin penumpang yang datang ke Stasiun Yogyakarta tidak hanya berangkat atau tiba, tetapi juga meiliki pilihan yang kaya untuk dapat membawa pulang cerita dan produk yang memiliki nilai budaya dan keberlanjutan,” tambah Raden Agus Dwinanto Budiadji.

Soft launch Lelana Gallery juga merupakan upaya KAI Wisata dalam mengoptimalkan aset stasiun menjadi living museum dan lifestyle destination yang mendukung ekonomi kreatif Indonesia. Ke depan, model kurasi serupa diharapkan dapat dikembangkan di stasiun-stasiun strategis lainnya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak pelaku ekonomi kreatif serta masyarakat luas.(ahmad)

Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion