Connect with us

Info Nasional

Indonesia Ambil Pasokan Minyak dari Afrika dan Venezuela Imbas Selat Hormuz Yang Masih Bergejolak

Published

on

Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno [tirto]

Jakarta, Bindo.id – Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno menuturkan saat ini pemerintah mengambil pasokan minyak dari negara-negara Afrika di tengah bergejolaknya situasi di Timur Tengah.

Konflik ini menyebabkan beberapa kapal tidak dapat melewati Selat Hormuz, yang jadi jalur pelayaran utama kapal-kapal pengangkut energi.

Imbas kondisi itu, Havas menuturkan Indonesia mengandalkan pasokan minyak dari kawasan yang tak lewat jalur Selat Hormuz.

“Jadi kita banyak kerjasama sekarang dengan Aljazair, Nigeria, Angola, di Afrika. Jadi banyak pasokan minyak dari Afrika. Jadi, so far oke, so far so good,” tutur Havas dilansir pada Jumat (12/6/2026).

Ia menyebutkan pasokan energi nasional sejauh ini kondisinya masih aman. Selain menggunakan cadangan minyak dari negara-negara Afrika, Indonesia juga mulai menjalin kerjasama dengan Venezuela.

“Kita juga baru saja mendapatkan izin untuk melanjutkan operasi di Venezuela. Kita akan coba ke investasi di daerah-daerah sekitar Latin Amerika,” ujarnya.

Kata Havas, pemerintah terus melakukan pemantauan kondisi konflik di Timur Tengah.

Selain mengganggu jalur pasokan energi, ia mengatakan ketegangan di Selat Hormuz juga berdampak pada industri lain, seperti plastik dan pupuk.

“Kita memonitor banyak aspek karena dari sisi bisnis spesifik, ya, yang banyak terdampak, kan, migas, terus plastik, lalu pupuk, ya. Ini berdampak global, ya,” ujarnya.

Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion

Baca Juga  Keamanan Jemaah Umrah di Saudi Dipantau Kemenhaj Sebab Kondisi Timur Tengah Memanas