Ekonomi
Penyebab IHSG Anjlok Diungkap Bos BEI
Jakarta, Bindo.id – Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik berpendapat pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dikarenakan koreksi yang terjadi di pasar saham Asia.
Selama pasar tanah air libur pada Kamis dan Jumat pekan kemarin, pasar saham Asia sudah lebih dulu ada koreksi.
Saat perdagangan kembali dibuka pada awal pekan ini, IHSG ikut menyesuaikan pergerakan dengan akumulasi pelemahan yang sebelumnya terjadi di pasar global.
“Kalau IHSG hari ini, tentu kalau kita cermati memang ketidakpastian di pasar kita masih cukup tinggi Tetapi kita juga melihat bahwa hari Kamis dan Jumat pasar kita libur. Di masa kita libur itu, pasar global khususnya pasar Asia itu juga mengalami koreksi,” tutur Jeffrey ketika ditemui di gedung BEI, Senin (17/5/2026).
Menurut Jeffrey, ketidakpastian di pasar keuangan dalam negeri juga masih cukup tinggi. Kondisi itu dipengaruhi berbagai sentimen global yang mwnyebabkan pergerakan bursa jadi sangat dinamis.
Akan tetapi secara keseluruhan koreksi IHSG masih searah atau inline dengan tren pelemahan yang terjadi di pasar global.
“Dan kalau kita akumulasikan koreksi dua hari di pasar global, Asia, ditambah dengan sedikit koreksi tambahan hari ini di pasar global itu sama dengan koreksi yang kita alami hari ini. Jadi saya rasa masih inline dengan global market, tetapi memang ketidakpastian di pasar kita itu masih cukup tinggi,” ujarnya.
Jeffrey mengingatkan investor ritel agar tetap memperhatikan fundamental perusahaan serta tak mengambil keputusan investasi secara emosional di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.
Pelaku pasar tetap menganalisis secara cermat serta menyesuaikan strategi investasi dengan profil risiko masing-masing.
“Oleh karena itu, tentu tidak bosan-bosannya kami mengingatkan supaya investor tentu tetap memperhatikan fundamental, tidak panik, menganalisis secara cermat, mengatur strategi berinvestasi sesuai dengan profil risiko masing-masing karena kondisi pasar sangat dinamis, ketidakpastiannya masih cukup tinggi,” ujarnya.
Tentang arus dana asing, Jeffrey menuturkan pergerakan investor asing yang keluar dan masuk pasar temasuk hal yang wajar sebab dipengaruhi berbagai pertimbangan global ataupun domestik.
BEI terus berupaya untuk menjaga daya tarik pasar modal Indonesia supaya investor asing tetap berpartisipasi di jangka panjang.
“Kalau investor asing tentu dari waktu ke waktu memang masuk dari keluaran dengan segala pertimbangannya. Nah tentu kita melakukan upaya terbaik Agar investor asing akan terus masuk dan untuk jangka panjang tetap stay dan berpartisipasi di pasar kita,” ujarnya.
Di lain sisi, Jeffrey berpendapat pertumbuhan investor domestik sebagai penopang penting untuk pasar modal di dalam negeri.
Hingga Rabu lalu, jumlah investor di pasar modal Indonesia disebut sudah mencapai 27 juta investor.
Harapannya peningkatan partisipasi investor ritel dan institusi domestik bisa membuat pasar modal Indonesia jadi lebih dalam serta lebih stabil dalam jangka panjang.
Dia mengatakan berbagai upaya yang dilakukan BEI saat ini sebagai bagian dari upaya serius untuk memperbaiki kualitas pasar modal dalam jangka panjang.
IHSG ditutup melemah
Hari ini IHSG, ditutup melemah 1,85 persen atau turun 124,079 poin ke level 6.599,240 di perdagangan Senin (18/5/2026).
Sejak awal sesi perdagangan didonimasi tekanan jual hingga sempat membuat IHSG menyentuh angka terendah harian di 6.398,786.
Berdasarkan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka pada posisi 6.628,976 serta sempat menyentuh angka tertinggi harian di 6.631,282, sebelum akhirnya bergerak pada zona merah di sepanjang perdagangan.
Di tengah dominasi saham yang turun, terjadi pelemahan IHSG. Ada 616 saham ditutup melemah, 125 menguat serta 79 stagnan.
Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion
