Connect with us

Info Regional

Waspada Longsor Lintas Padang-Bukit Tinggi Sebab Jalur Malalak Belum Layak

Published

on

Longsor menutup akses jalan Padang-Bukit Tinggi melalui Malalak [suarasumbar]

Sumatera Barat, Bindo.id – Ruas jalan provinsi penghubung Padang-Bukit Tinggi melalui Malalak masih belum layak untuk mengurai kepadatan arus mudik di Sumatera Barat.

Ruas jalan tersebut dalam beberapa tahun terakhir punya peran besar untuk mengendalikan arus mudik di Sumbar dengan rekayasa lalu lintas satu arah (one way).

Namun, ruas jalan utama Malalak ketika bencana banjir akhir November 2025, terjadi kerusakan yang cukup parah.

Totalnya ada sepanjang 8 kilo meter ruas jalan yang tak dapat diakses sebab longsor serta terban ke dalam jurang.

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumbar, Elsa Putra Friandi, menuturkan panjang ruas jalan yang terkena dampak imbas bencana 17 kilometer mulai dari km 68 sampai km 87.

Ruas jalan yang terkena dampak tersebar di 9 titik. Walaupun statusnya jalan provinsi, pengerjaan ruas jalan tersebut dilakukan oleh BPJN Sumbar sesuai dengan permintaan dari kementerian ketika meninjau pasca bencana.

Proses pengerjaan telah dilakukan pasca bencana Februari 2026.

“Sampai saat ini proses pengerjaan masih delapan persen. Tapi jalan sudah fungsional, seluruh ruas jalan yang terputus-sepanjang delapan kilo- sudah tersambung,” tutur Elsa Putra Friandi ketika peninjauan di Simpang Koto Mambang Balingka.

Sejumlah titik lokasi pengerjaan pihaknya memproses penggeseran badan jalan ke sisi tebing.

Sehingga memakan beberapa kawasan hutan lindung serta cagar ala Maninjau, yang luasnya 17 hektare.

Penggunaan hutan lindung serta cagar alam ini sudah afa persetujuan penggunaan kawasan hutan (ppkh) lewat perizinan yang diurus pemerintah provinsi.

Perizinan diperoleh dengan cepat sebab memang kondisi ruas jalan yang rusak terjadi sebab bencana, sedangkan ruas jalan harus dibuka segera.

“Setelah seluruh ruas jalan terhubung, saat ini kami fokus membuat jembatan permanen. Makanya secara resmi jalan belum kami buka untuk umum,” tuturnya.

Baca Juga  Pemkab Bogor Akan Selenggarakan Sholat Idul Fitri 1447 H Di Stadion Pakansari

Menurut BPJN Sumatera Barat, lengerjaan perbaikan ruas jalan Malalak ini hanya terkendala cuaca hujan, sebab kontur wilayah perbukitan curam. Kondisi tersebut membuat area masih banyak titik tebing curam dan rawan longsor.

BPJN Sumbar sudah mengkaji serta mempersiapkan desain pembangunan jalan untuk mengantisipasu kerusakan serupa dampak bencana.

Salah satunya dengan menambah pembangunan jembatan di lokasi tempat terjadinya penyumbatan aliran air.

Nantinya beberapa tebing yang masih rawan bencana longsor akan ditanami vegetasi atau memasang shotcrete (penyemprotan beton) ke permukaan tebing.

Target rampung pengerjaan jalan malalak ini pada Desember 2026.

Mengkaji Jalan Malalak untuk Arus Mudik

Walaupun proses pengerjaan terus diupayakan, BPJN Sumatera Barat tak merekomendasikan jalan Malalak untuk dipakai saat arus mudik ataupun arus balik lebaran 2026.

Di lokasi, masih terdapat banyak ruas jalan yang berlapis tanah maupun jembatan yang sifatnya darurat.

Kondisi tebing masih terbuka untuk longsor susulan apabila dipicu hujan. Belum lagi di sepanjang jalan belasan alat berat tampak masih melakukan pekerjaan.

“Kondisinya ruas jalan sudah tersambung. Tapi untuk arus mudik penggunaannya belum ideal karena masih banyak titik longsor. Masih rawan bencana,” tutur Elsa Putra Friandi.

Status penerangannya masih penerangan jalan yang lama, tanpa ada pembaruan.

Apabila kondisinya darurat serta sesuai dengan assesmen dari pihak kepolisian jalan itu sudah dapat dilewati untuk kendaraan roda 4 dan roda 2.

BPJN Sumatera Barat selama arus mudik juga akan mempersiapkan posko serta alat berat di jalur Malalak. Bahkan H-10 sampai H+10 lebaran pengerjaan perbaikan akan diberhentikan.

Alat berat yang ada di ruas jalan maupun perangkat pekerjaan lainnya yang menggangu badan jalan akan dipinggirkan.

One Way Berbasis Waktu

Tentang kondisi ruas jalan malalak yang masih rawan bencana, Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq, menyampaikan bahwa ruas jalan ini belum difungsikan untuk jalur utama mudik lebaran 2026.

Baca Juga  Jelang Angkutan Lebaran 2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Perkuat Kesiapan Layanan Penyeberangan di Kepulauan Riau

Dari hasil koordinasi pihaknya, ruas jalan Malalak statusnya masih siaga darurat walaupun sudah dapat dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat.

Pihaknya mengimbau kepada para pengendara agar tetap berhati-hati apabila lewat di jalur malalak khususnya ketika hujan lebat sebab wailayah itu rawan longsor.

Sehingga, untuk mengantispasi kepadatan kendaraan di jalan Padang-Bukittinggi, Polda Sumbar twlah mempersiapkan rekayasa lalu lintas yakni sistem satu arah berbasis waktu di kawasan lembah anai.

Selama rekayasa ini kendaraan dari arah Padang menuju ke Bukit Tinggi akan diarahkan lewat jalur utama lembah anai-silaing pada pukul 10.00 WIB sampai 14.00 WIB.

Kemudian arus kendaraan akan dibalik dari arah Bukit Tinggi menuju ke Padang pada pukul 14.00 WIB sampai 18.00 WIB.

Di setiap pergantian arah arus kendaraan akan diterapkan clearance time atau waktu steril, yaitu jeda penghentian sementara kendaraan dari kedua arah untuk memastikan ruas jalan kosong sebelum arus selanjutnya dibuka.

“Kawasan lembah anai ini masih menjadi perhatian. Kondisi ruas jalan di lembah anai belum pulih pasca bencana. Sehingga perlu dilakukan pengaturan lalui lintas,” tuturnya.

Sistem satu arah berbasis waktu itu berlaku pada periode sebelum maupun setelah Lebaran.

Sebelum Lebaran, sistem ini berlaku pada Kamis (19/3/2026) sampaj Jumat (20/3/2026) atau H-2 hingga H-1. Sedangkan setelah Lebaran, rekayasa lalu lintas berlaku mulai Minggu (22/3/2026) sampai Selasa (24/3/2026) atau H+1 sampai H+3.

Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion