News
Pidato Trump Dan Netanyahu Tiba-Tiba Muncul Akibat Peretasan TV Iran
Jakarta, Bindo.id – Stasiun televisi negara Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB) telah dilaporkan terkena peretasan pada Minggu (1/3/2026) waktu setempat.
Selama beberapa menit, siaran reguler tergantikan cuplikan pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang ditujukan secara langsung ke rakyat Iran.
Berdasarkan laporan dari Iran International, saluran satelit milik IRIB diretas serta menampilkan rekaman pidato kedua pemimpin ini.
Pada video yang beredar luas di media sosial, Trump dan Netanyahu tampak berbicara ke warga Iran. Ada pesan yang mendesak mereka untuk “merebut kendali atas nasib sendiri” serta bangkit melawan rezim yang berkuasa di Teheran.
Beberapa sumber mengatakan, peretasan berlangsung sekitar 10 menit. Kejadian ini terjadi saat IRIB TV 3 sedang menayangkan siaran olahraga, yaitu pertandingan sepak bola.
Tiba-tiba, tayangan berganti jadi rekaman pidato politik yang subjudulnya dalam bahasa Persia.
Pada cuplikan itu, ada juga pesan teks yang menyerukan warga Iran agar mengambil alih kendali dari pemerintahan saat ini.
Sejumlah klip bahkan memperlihatkan footage serangan militer yang dikaitkan dengan operasi gabungan AS dan Israel dengan target di Iran.
Video warga yang merekam layar televisi mereka selanjutnya beredar di platform seperti Instagram dengan X (sebelumnya Twitter).
Muncul berbagai reaksi publik, mulai dari keterkejutan, dukungan pada pesan yang muncul, maupun sindiran pada pemerintah Iran.
Terjadinya insiden ini di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Beberapa hari sebelumnya, dilaporkan telah terjadi serangan militer yang dikaitkan dengan target strategis Iran. Ini termasuk lokasi yang disebut-sebut ada hubungannya dengan kantor Pemimpin Tertinggi Iran.
Iran International mengatakan peretasan ini merupakan wujud “penghinaan besar” untuk otoritas Iran. Sampai saat ini, pemerintah Iran belum menerbitkan pernyataan resmi tentang insiden itu.
Belum terdapat konfirmasi tentang siapa pelaku peretasan. Spekulasi mengarah kepada kelompok oposisi, hacktivist, ataupun kemungkinan terlibatnya aktor negara asing di tengah eskalasi konflik yang saat ini sedang berlangsung.
Peretasan pada IRIB bukan pertama kali terjadi. Januari 2026, siaran televisi negara itu juga sempat diretas serta menayangkan pesan dari Putra Mahkota pengasingan Iran, Reza Pahlavi, yang memberikan dukungan pada demonstrasi anti-pemerintah.
Peristiwa terbaru ini memperpanjang daftar serangan siber yang menyertai konflik geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, serta Israel.
Beberapa pakar keamanan siber memprediksi potensi serangan balasan siber dari pihak Iran dengan target di AS ataupun Israel di waktu dekat.
Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion
