Connect with us

Info Nasional

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PELNI Perkuat Komitmen Keberlanjutan melalui Penghijauan dan Daur Ulang Limbah

Published

on

Foto istimewa/PELNI

Jakarta (Bindo.id) – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) memperkuat komitmen keberlanjutan perusahaan melalui berbagai inisiatif pelestarian lingkungan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) yang diperingati setiap tanggal 5 Juni. Kegiatan tersebut diwujudkan melalui program penghijauan di sejumlah wilayah operasional perusahaan serta pengelolaan limbah operasional berbasis prinsip ekonomi sirkular.

Program penghijauan dilaksanakan di sejumlah wilayah operasional PELNI, diantaranya Ternate, Sampit, Parepare, dan Bima, dengan total lebih dari 200 bibit pohon yang dialokasikan untuk ditanam. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan mendukung pelestarian lingkungan dan mitigasi dampak perubahan iklim melalui peningkatan ruang terbuka hijau di sekitar wilayah operasional.

Selain penghijauan, PELNI juga menjalankan inisiatif pengelolaan limbah melalui daur ulang _life jacket_ yang telah habis masa pakainya menjadi produk tas dan sepatu ramah lingkungan. Program ini merupakan bentuk penerapan prinsip ekonomi sirkular yang tidak hanya mengurangi limbah operasional, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui penciptaan produk yang memiliki manfaat ekonomi.

Melalui program tersebut, setiap produk yang dihasilkan terdiri atas sekitar 71 persen material hasil pemanfaatan limbah _life jacket_. Khusus untuk sepasang sepatu daur ulang, produk tersebut mampu memanfaatkan 227 gram material bekas, mencegah emisi karbon hingga 5,244 kilogram CO2-eq, serta menghemat penggunaan air hingga 755,56 liter dibandingkan proses produksi konvensional.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI Anik Hidayati mengatakan bahwa program ini juga memberikan dampak sosial bagi masyarakat. Keluarga pengrajin turut memperoleh manfaat ekonomi dari proses pengolahan limbah tersebut, dimana 44 persen pengrajin yang terlibat merupakan perempuan yang terdiri dari ibu rumah tangga dan anggota PKK. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor transportasi laut, PELNI menyadari pentingnya menjaga keseimbangan antara kegiatan operasional dan pelestarian lingkungan. Karena itu, kami terus mendorong berbagai inisiatif keberlanjutan, mulai dari penghijauan hingga pengelolaan limbah yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus menciptakan nilai sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” ujar Anik.

Pelaksanaan program penghijauan yang telah dilakukan juga berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di masing-masing daerah. Melalui sinergi tersebut, Anik menambahkan bahwa PELNI bersama DLH mendorong upaya pelestarian lingkungan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan di wilayah sekitar operasional perusahaan.

Baca Juga  PELNI Kerahkan KM Kelimutu Bantu Evakuasi Delapan Awak Kapal Tugboat Equator 10 di Laut Jawa

“Keberlanjutan bukan hanya menjadi komitmen perusahaan, tetapi juga bagian dari tanggung jawab kami kepada generasi mendatang. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, kami akan terus menghadirkan program-program yang memberikan dampak positif bagi lingkungan, masyarakat, dan pembangunan nasional secara berkelanjutan,” tambah Anik.

Melalui berbagai kegiatan ini, PELNI berharap dapat memberikan manfaat ekologis yang berkelanjutan, mengurangi dampak limbah operasional, meningkatkan kualitas lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan, serta mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.(ahmad)

Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion