Connect with us

Info Regional

Viral Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Sampaikan Permintaan Maaf 

Published

on

Anggota DPRD Jember Achmad Syahri Assidiqi [fajar]

Jember, Bindo.id – Anggota DPRD Jember Achmad Syahri Assidiqi meminta maaf kepada publik setelah viral video dirinya diduga bermain game sambil merokok ketika rapat pembahasan isu kesehatan.

Syahri menyampaikan permintaan maaf lewat video singkat yang beredar pada Rabu (13/5/2026) malam, setelah sebelumnya dirinya memilih bungkam dan tak merespon.

Mengaku Khilaf dan Siap Disanksi

Video yang tersebar ke publik itu, Syahri yang juga putra mantan anggota DPR RI Fadil Muzakki Syah mengaku khilaf atas tindakan yang dilakukannya.

“Saya Ahmad Syahri Assidiqi, anggota DPRD Komisi D Kabupaten Jember, dengan rendah hati meminta maaf kepada masyarakat Jember, khususnya kepada Ketua Umum Gerindra dan juga kepada DPP Gerindra atas apa yang sudah beredar,” tutur Syahri di video tersebut.

Syahri mengakui tindakannya termasuk hal yang keliru serta menyebut peristiwa itu sebagai pelajaran penting di hidupnya.

“Saya sadar dengan apa yang saya lakukan, saya khilaf. Semoga ini menjadi pembelajaran dalam hidup saya,” ujarnya.

Pada pernyataannya, Syahri menyatakan siap menerima sanksi dari partai ataupun DPRD Jember.

Dia mengaku sebagai anak muda masih punya banyak kekurangan.

“Saya siap disanksi oleh partai dan juga oleh DPRD. Saya sebagai anak muda juga banyak kekurangan,” ujarnya.

Harapan Syahri, peristiwa itu tak di kemudian hari tak terulang kembali.

“Semoga ke depannya ini tidak terulang lagi dalam hidup saya. Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat, khususnya masyarakat Jember,” ujarnya.

Dipanggil Mahkamah Partai

Sebelumnya, viral di media sosial video Syahri yang diduga bermain game sambil merokok ketika rapat dengar pendapat (RDP) Komisi D DPRD Jember. Video tersebut menuai kritik dari berbagai kalangan.

Rapat yang digelar pada Senin (11/5/2026) tersebut membahas tentang isu kesehatan, diantaranya stunting, campak, angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB), serta Universal Health Coverage (UHC).

Baca Juga  Koalisi PKB dan Gerindra Bubar Jika Prabowo Gandeng Ganjar

Imbas polemik itu, Syahri dipanggil Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra untuk menjalani sidang pemeriksaan di Mahkamah Partai yang dijadwalkan akan digelar pada Jumat (15/5/2026).

Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion