Connect with us

Teknologi

AI Mythos Anthropic Bikin Menkeu Dan Bankir Ketar Ketir

Published

on

Ilustrasi AI Mythos Anthropic [instagram]

Jakarta, Bindo.id – Beberapa menteri keuangan (menkeu), bankir, bahkan pelaku industri finansial global, dilaporkan mulai khawatir pada model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang diberi nama “Claude Mythos”.

AI ini dikembangkan oleh Anthropic. Model ini dianggap punya kemampuan yang berpotensi bisa mengganggu keamanan sistem keuangan.

Kekhawatiran itu muncul di berbagai forum internasional. Bahkan, dilaporkan BBC, Mythos jadi topik pembahasan utama pertemuan International Monetary Fund (IMF) yang digelar di Washington DC yang dilakukan tanggal 13-18 April lalu.

Menteri Keuangan Kanada François-Philippe Champagne mengatakan isu ini cukup serius bahkan jadi perhatian para menteri keuangan dunia.

“Ini jelas cukup serius untuk mendapat perhatian semua menteri keuangan,” tuturnya.

“Bedanya, (konflik) Selat Hormuz, kita tahu lokasinya dan ukurannya. Sementara isu dengan Anthropic ini adalah sesuatu yang belum diketahui sepenuhnya,” ujarnya, mencoba untuk menggambarkan urgensi isu ini.

Dia mengatakan perlunya pengamanan dan prosedur demi memastikan ketahanan sistem keuangan bisa tetap terjaga. Ia menuturkan tantangan utama dari teknologi ini yakni sifatnya yang belum sepenuhnya dipahami.

Berbeda dengan risiko konvensional, kemampuan AI seperti Mythos dianggap menghadirkan ancaman yang belum terpetakan secara jelas.

Claude Mythos

Model Claude Mythos termasuk bagian dari sistem AI Claude milik Anthropic. AI ini dikembangkan untuk menjadi pesaing ChatGPT dan Gemini.

Model ini dianggap paling mumpuni yang pernah dibuat oleh Anthropic, dengan kemampuan menonjol pada bidang keamanan siber.

Mythos disebut dapat menemukan bug lama atau melakukan eksploitasi celah sistem dengan mudah. Kemampuan itu jadi sumber kekhawatiran utama.

Mythos dilaporkan bisa melakukan identifikasi celah keamanan di berbagai sistem, bahkan punya potensi melakukan simulasi sampai eksekusi serangan siber secara otomatis dengan skala besar.

Apabila disalahgunakan, serangan dapat berlangsung lebih cepat, masif, serta sulit dideteksi dibanding dengan metode konvensional.

Baca Juga  Claude 3.7 Sonnet Didesain Jadi Model Penalaran AI Hybrid.

Kekhawatiran ini juga menyebabkan respons dari industri keuangan. CEO Barclays CS Venkatakrishnan menyebutkan risiko ini cukup serius serta perlu segera dipahami lebih dalam, termasuk juga tentang kerentanan yang mungkin terekspos.

Gubernur Bank of England Andrew Bailey menyampaikan hal serupa. Menurutnya, perkembangan ini harus ditanggapi dengan sangat serius sebab ada potensi meningkatkan risiko kejahatan siber.

Anthropic selama ini belum merilis Mythos ke publik. Model itu hanya diberikan secara terbatas ke beberapa perusahaan teknologi besar misalnya Amazon Web Services, CrowdStrike, Microsoft, serta Nvidia untuk pengujian keamanan.

Lembaga UK AI Security Institute sudah menguji versi awal model ini. Lembaga tersebut mengatakan Mythos memang bisa menemukan banyak celah di sistem dengan perlindungan lemah, walaupun belum terbukti jauh lebih unggul jika dibandingkan dengan model sebelumnya.

Sebagai upaya mitigasi, beberapa bank besar maupun otoritas keuangan sudah diberi akses awal untuk melakukan pengujian sistem mereka sebelum model ini dirilis secara luas.

Upaya ini diambil untuk memastikan ketahanan sistem pada potensi ancaman baru berbasis AI

Guncang saham keamanan siber

Kekhawatiran pada Claude Mythos juga berimbas pada pasar keuangan, terutama sektor keamanan siber.

Setelah informasi tentang kemampuan model ini beredar, kapitalisasi pasar perusahaan keamanan siber dilaporkan mengalami penyusutan sekitar 14,5 miliar dollar AS (sekitar Rp 248 triliun) dalam 2 hari, dilansir dari Mashable.

Penurunan tersebut dipicu kekhawatiran investor tentang AI generasi baru bisa melemahkan efektivitas sistem keamanan yang ada saat ini, khususnya jika bisa mengeksploitasi celah secara otomatis serta dalam skala besar.

Beberapa saham perusahaan keamanan siber besar tercatat ada penurunan signifikan pada Kamis, 27 Maret 2026, ketika kabar tentang Mythos ini beredar, yakni :

  • Saham Palo Alto Networks turun sekitar 6–7,5 persen
  • CrowdStrike melemah sekitar 5–7,2 persen
  • Zscaler anjlok hingga 5–8 persen
  • SentinelOne turun sekitar 8 persen
  • Fortinet turun sekitar 2,4–4,8 persen
Baca Juga  Marcellino Agung Wakili Indonesia Tilik Perkembangan Teknologi AI Di Australia

Menurut Investor, apabila AI ofensif berkembang lebih cepat dibandingkan dengan solusi pertahanan, maka model bisnis perusahaan keamanan siber ada potensi terdampak secara signifikan.

Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion