Transportasi
Pemprov DKI Jakarta Rangkul Kapal Tradisional, Transportasi Kep Seribu Akan Dialihkan Ke TransJakarta
Jakarta, Bindo.id – Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menghadirkan pemerataan layanan transportasi publik di Kepulauan Seribu.
Pemprov DKI Jakarta akan merangkul kapal-kapal tradisional untuk pengelolaan transportasi di Kepulauan Seribu.
Awalnya, Budi mengatakan pengelolaan transportasi dari daratan Jakarta menuju ke Kepulauan Seribu yang akan dialihkan ke PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) bagian dari pemerataan.
Standar pelayanan nantinya juga akan ditingkatkan.
“Kami ingin menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata komitmen Pemprov DKI Jakarta menghadirkan pemerataan layanan transportasi publik bagi seluruh warga, termasuk warga kepulauan. Dishub akan terus mengawal proses ini bersama Transjakarta secara transparan dan hati-hati, dengan memastikan standar keselamatan pelayaran ditingkatkan di seluruh armada, kenyamanan penumpang terjaga, dan tarif tetap terjangkau menjadi prioritas utama,” ujar Budi ketika dihubungi pada Rabu (12/8/2026).
“Kami juga akan terus merangkul pelaku usaha kapal tradisional dan seluruh elemen masyarakat Kepulauan Seribu agar proses ini berjalan inklusif. Kami mengajak seluruh warga Kepulauan Seribu untuk optimistis dan turut mendukung proses transisi ini, karena kami menargetkan langkah besar ini dapat terwujud bertepatan dengan momentum HUT Jakarta ke-500 atau 5 abad Jakarta pada 2027, sebagai kado istimewa bagi kesetaraan akses transportasi publik bagi seluruh warga Jakarta, dari daratan hingga kepulauan,” ujarnya.
Kata Budi, pihaknya sedang menyusun regulasi tentang pengelolaan transportasi dari daratan Jakarta menuju ke Kepulauan Seribu dialihkan ke PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).
Dishub DKI juga sedang menyiapkan teknis dan operasional pengelolaan tersebut.
“Saat ini kami bersama PT Transjakarta sedang memasuki tahap kajian teknis untuk mematangkan skema pengelolaan yang paling tepat. Selanjutnya kami akan menyusun regulasi pendukung, seperti Peraturan Daerah dan Peraturan Gubernur, sebagai payung hukumnya, sekaligus menyiapkan aspek teknis dan operasional di lapangan,” ujarnya.
“Yang ingin kami tegaskan, peralihan ini bukan sekadar berpindah kewenangan administratif dari Dishub ke Transjakarta, melainkan langkah untuk menghadirkan layanan yang lebih baik, aman, dan adil bagi warga Kepulauan Seribu,” imbuhnya.
Kata Budi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ingin ada integrasi moda transportasi ke Kepulauan Seribu memakai Transjakarta. Integrasinya berupa transportasi darat dan laut.
“Arah besar kebijakan Bapak Gubernur memang mengarah ke sana (integrasi bus dan kapal), yaitu mengintegrasikan transportasi ke Kepulauan Seribu dengan sistem Transjakarta yang sudah dipercaya jutaan warga Jakarta setiap hari. Ke depan, bukan tidak mungkin layanan kapal ini akan terhubung langsung dengan moda darat seperti bus dan Mikrotrans di titik-titik keberangkatan, sehingga perjalanan warga dari rumah hingga ke pulau tujuan menjadi satu rangkaian yang nyaman, aman dan tersambung dari darat hingga ke laut,” tuturnya.
Model integrasi yang akan diterapkan masih di tahap pematangan. Termasuk juga trayek dan titik keberangkatan.
“Untuk detail teknis integrasinya, termasuk pola trayek dan titik-titik keberangkatan, masih terus kami matangkan bersama Transjakarta agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Pramono sebelumnya menyebutkan alasan Pemprov DKI Jakarta memutuskan pengelolaan transportasi dari daratan Jakarta menuju Kepulauan Seribu dialihkan ke Transjakarta.
Keputusan tersebut diambil berdasarkan pengalaman Transjakarta mengelola transportasi publik di Jakarta maupun Jabodetabek.
“Kenapa Transjakarta? Pengalaman Transjakarta untuk mengelola transportasi baik di dalam Jakarta sendiri maupun kemudian menjadi Transjabodetabek, alhamdulillah berjalan dengan baik,” ujar Pramono di kawasan Setia Budi, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026).
Kata Pramono, saat ini manajemen Transjakarta dianggap relatif baik serta transparan.
Hal ini jadi salah satu pertimbangan Pemprov DKI untuk memberi pengelolaan transportasi menuju Kepulauan Seribu ke Transjakarta.
“Maka kami meyakini, dengan pengalaman itu dan juga dengan manajemen yang sekarang ini relatif baik dan transparan, saya yakin tahun depan mudah-mudahan untuk transportasi ke Kepulauan Seribu bisa diatur dengan baik,” tuturnya.
Kata Pramono, transportasi menuju Kepulauan Seribu selama ini dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.
Menurut Pemprov DKI, pengelolaan Transjakarta bisa dilakukan lebih profesional sebab punya karakter manajemen yang berbeda.
“Sekarang ini sebenarnya semuanya dikelola oleh Dinas Perhubungan, tetapi karena birokrasi yang mengelola berbeda dengan private ataupun BUMD ataupun swasta, maka dengan demikian kami sudah memutuskan mulai tahun depan sepenuhnya akan dikelola oleh Transjakarta,” ujarnya.
Harapan Pramono, pengalihan pengelolaan ini bisa meningkatkan kualitas transportasi menuju ke Kepulauan Seribu.
Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion
