News
Petrokimia Gresik Siapkan SDM Hadapi Transformasi Industri Rendah Karbon
Jakarta, Bindo.id – PT Petrokimia Gresik (Persero) mendorong penguatan talenta Indonesia demi mendukung transformasi industri rendah karbon serta pengembangan ekonomi hijau.
Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan tentang pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) menghadapi perubahan teknologi, energi, maupun kebutuhan kompetensi di industri berkelanjutan.
Hal ini disampaikan saat forum Global Talent for Sustainable Development di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York, Amerika Serikat.
Forum ini digelar pada Senin (21/9/2026) waktu setempat atau Selasa (22/9/2026) waktu Indonesia. Dalam forum ini mempertemukan diaspora Indonesia, mahasiswa, pemimpin bisnis, praktisi keberlanjutan, serta inovator.
Di forum tersebut, Daconi menegaskan tentang transformasi menuju industri rendah karbon tak hanya berkaitan dengan perubahan teknologi dan sumber energi, namun juga perubahan kompetensi tenaga kerja.
“Transformasi menuju ekonomi hijau pada dasarnya juga merupakan transformasi tenaga kerja. Investasi pada teknologi harus berjalan bersama dengan investasi pada manusia. Teknologi hijau hanya akan memberikan manfaat apabila didukung talenta yang mampu merancang, mengoperasikan, dan mengembangkannya,” tutur Daconi pada siaran pers, Kamis (24/9/2026).
Berubahnya Kompetensi Tenaga Kerja
Daconi mengatakan perubahan menuju industri rendah karbon membuat kebutuhan kompetensi tenaga kerja akan semakin luas.
Engineer dan operator yang sebelumnya banyak berfokus pada keandalan maupun kapasitas produksi, misalnya, ke depan juga perlu memahami tentang efisiensi energi, energi terbarukan, manajemen karbon, dan teknologi rendah karbon.
Kebutuhan talenta juga meliputi berbagai bidang, seperti teknik dan lingkungan maupun pertanian, digital, data, keuangan, dan bisnis.
“Engineer tetap engineer, agronom tetap agronom, dan akuntan tetap akuntan. Tetapi teknologi yang mereka gunakan, kompetensi yang mereka butuhkan, dan ukuran keberhasilan pekerjaannya akan berubah. Karena itu, penguatan talenta perlu dilakukan melalui reskilling, upskilling, pengalaman industri, serta kolaborasi lintas disiplin,” ujarnya.
Kata Daconi, penguatan kompetensi itu perlu berjalan beriringan dengan transformasi operasional perusahaan.
Petrokimia Gresik punya roadmap dekarbonisasi menuju Net Zero Emission (NZE) 2060. Tahun 2030 menjadi target jangka pendek, perusahaan menargetkan ada penurunan emisi sebanyak 30 persen dibandingkan skenario Business as Usual (BAU) sebanyak 3,46 juta ton CO2e.
Upaya ini dilakukan lewat efisiensi energi dan utilitas, pemakaian sumber energi yang lebih bersih, pemanfaatan energi terbarukan dan CO2, dan pengembangan teknologi rendah karbon.
Salah satu rencana yang sedang dikaji Petrokimia Gresik bersama dengan Pupuk Indonesia yakni pengembangan green hydrogen untuk mendukung produksi hybrid green ammonia berkapasitas 250 MTPD. Pengembangan ini merupakan transformasi energi perusahaan.
Industri tak hanya jadi pengguna tenaga kerja
Kata Daconi, perubahan kebutuhan kompetensi menyebabkan industri perlu mengambil peran dalam membentuk talenta masa depan.
Ia mengatakan perusahaan perlu mengembangkan kompetensi tenaga kerja dan membangun kolaborasi bersama pemerintah, perguruan tinggi, maupun berbagai pemangku kepentingan.
“Talenta hijau Indonesia perlu disiapkan dari sekarang karena transformasi industri hijau tidak menunggu kesiapan kita. Kolaborasi antara industri, pemerintah, perguruan tinggi, serta talenta Indonesia di dalam maupun luar negeri akan menjadi fondasi penting agar transformasi ini tidak hanya menurunkan emisi, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, dan membuka peluang bagi generasi mendatang,” ujar Daconi.
Dirinya mendorong talenta Indonesia yang sedang belajar maupun berkarya di luar negeri untuk membawa pengetahuan, pengalaman, serta jejaring global untuk berkontribusi pada kemajuan Indonesia.
“Kami berharap talenta-talenta terbaik Indonesia yang saat ini belajar maupun berkarya di luar negeri dapat membawa kembali pengetahuan dan pengalamannya untuk berkontribusi bagi Indonesia. Transformasi ke depan membutuhkan SDM yang memiliki kompetensi, perspektif global, dan kemampuan menjawab perubahan industri,” ujarnya.
Transformasi industri hingga pertanian
Petrokimia Gresik juga membawa pengalaman transformasi industri dan pertanian berkelanjutan Indonesia ke forum global di New York.
Sebelumnya, pada Minggu (20/9/2026) waktu setempat atau Senin (21/9/2026) waktu Indonesia, Daconi menghadiri 2026 UN Private Sector Forum yang diselenggarakan di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York.
Forum tersebut diselenggarakan UN Global Compact. Di forum ini mempertemukan sekitar 150 pemimpin senior dunia usaha, pemerintah, serta PBB untuk membahas percepatan transisi menuju energi yang bersih, adil, dan aman.
Agenda forum ini membahas tantangan transisi energi global, seperti investasi, infrastruktur, dan kebijakan hingga kolaborasi pemerintah dan dunia usaha dalam mempercepat implementasi energi bersih.
Petrokimia Gresik menempatkan transformasi industri dan pertanian pada 1 rangkaian keberlanjutan.
Di sisi hulu, perusahaan sebagai industri pupuk dan kimia yang terus meningkatkan efisiensi dan juga menurunkan intensitas karbon.
Sedangkan di sisi hilir, produk dan inovasi perusahaan bersentuhan langsung dengan produktivitas petani, kesehatan tanah, serta keberlanjutan pertanian Indonesia.
Salah satu inovasi tersebut yakni GladiAgro: Next-Gen Soil Revival, solusi pemulihan kesehatan tanah. Inovasi ini sebelumnya meraih penghargaan tertinggi di SDGs Innovation Accelerator for Young Professionals 2026.
Dari hasil pengujian Petrokimia Gresik terhadap 40.282 sampel tanah di 27 provinsi sejak 2016, ada 91,9 persen menunjukkan kandungan karbon organik yang rendah.
Pada implementasinya, GladiAgro memanfaatkan Petro Gladiator sebagai dekomposer berbasis mikroba unggul agar bisa mempercepat proses dekomposisi limbah pertanian maupun bahan organik menjadi nutrisi organik.
Selanjutnya, Nutrisi tersebut dikembalikan ke lahan untuk meningkatkan kandungan bahan organik, memperbaiki struktur tanah, serta mendukung pemulihan kesehatan tanah.
“Transformasi hijau kami tidak berhenti di gerbang pabrik, tetapi berlanjut sampai ke lahan pertanian. Di industri, kami harus membuat proses produksi semakin efisien dan rendah ,” ujarnya.
“Di sektor pertanian, kami juga harus membantu petani menjaga kesehatan tanah, menggunakan input secara lebih tepat, dan meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan,” imbuhnya.
Petrokimia Gresik Siapkan Talenta untuk Transformasi Industri Rendah Karbon
Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion
