News
Tanggapan Puan Tentang Anggota DPRD Dari PDIP Jadi Tersangka Kematian dr Icha
Jakarta, Bindo.id – Ketua DPP PDI Perjuangan (PDI-P) Puan Maharani menanggapi anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU) dari PDI-P, Veronika Lake yang jadi tersangka pada kasus dugaan penganiayaan dan pengancaman terhadap dokter Eliza Princila Ututi Pakaenoni (dr Icha).
Puan mengatakan PDI-P menghormati proses hukum yang dilakukan polisi
Terkait sanksi untuk Veronika Lake, Puan meminta awak media bertanya ke pimpinan PDI-P pusat yang lain.
“Ya kita hormati hukum yang sudah dilakukan. Nanti di internal tanya ke DPP,” tutur Puan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Ada 3 anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) ditetapkan menjadi tersangka di kasus dugaan penganiayaan dan pengancaman dokter Icha.
Dugaan penganiayaan dan pengancaman tersebut diduga membuat dokter Icha mengalami depresi berat bahkan meninggal bunuh diri.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTT Kombes Pol Ricardo Condrat Yusuf membenarkan ada penetapan 3 tersangka ini.
“Sudah digelar perkara dan sepakat tiga dari empat terlapor naik jadi tersangka,” ujar Ricardo, Selasa (25/8/2026).
Kuasa hukum keluarga dokter Icha, Victor Manbait, menuturkan berdasarkan pemberitahuan perkembangan penyidikan yang diterima keluarga, 3 anggota DPRD TTU sudah ditetapkan menjadi tersangka.
Ketiga tersangka yakni Thernsius Lasakar, Nubertuss Tubani, serta Veronika Lake.
Kata Victor, penetapan ini dilakukan setelah penyidik mengadakan perkara pada Senin (24/8/2026).
Dia mengatakan hal itu tercantum dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Penyidikan Nomor B/516/VII/2026/Ditreskrimum yang diterima ayah dokter Icha, Gabriel Pakaenoni.
“Tim Joint Investigation Polda NTT menetapkan tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara sebagai tersangka dalam perkara dugaan penganiayaan dan pengancaman menggunakan kekerasan verbal,” ujar Victor.
Kasus ini berawal dari insiden yang dialami dokter Icha ketika bertugas di instalasi gawat darurat (IGD) sebuah rumah sakit di Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, tanggal 13 Juni 2026.
Dokter Icha saat itu sedang menangani seorang pasien anak. Pada proses penanganan pasien itu, dia diduga diintimidasi dan mendapat tekanan verbal dari sejumlah anggota DPRD TTU yang datang ke rumah sakit.
Selanjutnya, keluarga dokter Icha menyebut peristiwa tersebut berdampak serius pada kondisi psikologis korban.
Dokter Icha setelah itu mengalami gangguan kesehatan dan kemudian meninggal dunia tanggal 26 Juni 2026.
Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion
