Connect with us

Bisnis

13 Merek Lokal Yang Sering Dianggap Brand Luar Dan Sudah Mendunia

Published

on

Ilustrasi shopping [ekrut]

Jakarta, Bindo.id – Indonesia mempunyai banyak produk yang berkualitas serta sudah diekspor di berbagai negara.

Bahkan saking terkenalnya, merek-merek berikut ini sering dianggap produk asing.

Ada 13 merek lokal yang namanya dikenal luas di Indonesia, bahkan banyak yang telah dikenal dunia.

Berikut ini merek Lokal yang sering dianggap produk asing :

1. CFC

California Fried Chicken atau yang lebih dikenal dengan CFC merupakan merek di bawah PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (d/h PT Putra Sejahtera Pioneerindo). Dilansir dari laman resmi cfcindonesia.com, restoran cepat saji ini berdiri pada tahun 1983 di Jakarta.

Perusahaan ini awalnya memegang waralaba California Pioneer Chicken yang berasal dari Pioneer Take out Amerika Serikat.

Namun sejak tahun 1989  perusahaan ini telahmelepaskan diri dari waralaba serta memproduksi maupun memasarkan produknya sendiri yang diberi nama CFC.

2. Eiger

Penggemar kegiatan outdoor tentunya tahu so merek Eiger. Produk Eiger telah melanglang buana hingga ke Jepang, Malaysia, Filipina, maupun Lebanon.

Perusahaan ini juga sudah ada mulai tahun 1979. Perusahaam ini menjual aneka peralatan serta fashion outdoor, diantaranya sepatu, sandal, pakaian, jaket, tas, serta tenda.

3. Hammer

Hammer juga sering dianggap produk asing. Meskipun namanya berbahasa Inggris, namun merek pakaian ini merupakan asli dari Indonesia. Merek pakaian ini dibesarkan oleh Eddy Hartono di bawah naungan PT Warna Mardhika.

Dikutip dari situs resmi PT Warna Mardhika, perusahaan ini mulai produksi di tahun 1987. Perusahaan ini meluncurkan merek pakaian HAMMER.

Merek lainnya juga diluncurkan diantaranya NAIL, PULAU KELAPA, COCONUT ISLAND Kids, serta OSPREY.

4. The Executive

The Executive merupakan brand dari PT Delami Garment Industries yang berasal dari Bandung, Jawa Barat. Di toko modern, merek ini sering disandingkan dengan merek-merek dunia, oleh sebab itu tak jarang merek ini dianggap sebagai produk asing.

Produk-produk The Executive telah menembus pasar global serta masuk di negara-negara Asia Tenggara.

5. J.CO

Merek donat J.CO juga salah satu merek lokal yang banyak dianggap dari produk asing. J.CO bahkan dapat bersaing dengan merek donat yang telah lebih dulu menguasai pasar, diantaranya Dunkin’ Donuts.

J.CO merupakan merek di bawah naungan Johnny Andrean Group. Gerai pertamanya berdiri pada bulan Mei 2006. Setahun kemudian, J.CO telah melebarkan sayapnya hingga ke Malaysia, selanjutnya menembus pasar Singapura, Filipina, Hong Kong, serta Arab Saudi.

6. Krisbow

Krisbow merupakan merek perlengkapan rumah serta barang-barang teknik yang telah terkenal. Nama Krisbow merupakan singkatan Krisnandi Wibowo. 

Krisnandi Wibowo adalah putra pendiri Kawan Lama Wong Jin.

Merek lokal ini adalah anggota Kawan Lama Group yang juga telah menaungi Ace Hardware dan Informa. Tidak heran apabila produk Krisbow terdapat di dua toko itu.

7. GT Radial

GT Radial sering tampil menjadi sponsor di berbagai kegiatan olahraga, terlebih balapan. Namanya yang sudah mendunia ini, sering membuatnya dianggap dari merek asing.

Padahal GT Radial merupakan perusahaan yang berada di bawah naungan  PT Gajah Tunggal. GT merupakan singkatan dari Gajah Tunggal. Produk ban GT Radial telah dipakai di 80 negara.

8. Buccheri

Buccheri telah memasarkan produk alas kaki pria maupun wanita. Merek ini telah ada mulai tahun 1980. Gerai pertamanya berlokasi di Pasar Baroe.

Sejarahnya, nama Buccheri merupakan singkatan dari tiga bersaudara yang berasal dari Makassar, yakni Budi, Ediansyah dan Hery. Saat inj Buccheri sudah mempunyai lebih dari 120 cabang yang telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

9. Terry Palmer

Terry Palmer adalah merek handuk yang ternama di Indonesia. Merek handuk ini di bawah naungan PT Indah Jaya. Nama Palmer sebenarnya merupakan singkatan dari Palmerah yang menjadi lokasi pabrik ketikw pertama kali usaha ini dirintis.

Perusahaan ini awalnya melakukan produksi handuk untuk pasar lokal mulai tahun 1962. Selanjutnya perusahaan inj mengembangkan sayap bisnis dengan melakukan ekspor produk ke Eropa mulai tahun 1988.

PT Indah Jaya kemudian membuka pabrik di Tangerang pada tahun 1992. Di tahun yang sama, perusahaan ini telah mulai melakukan ekspor produk hingga ke Jepang.

10. Silverqueen

Silverqueen merupakam produk cokelat yang paling favorit di Indonesia. Tahukah kamu, cokelat ini merupakan produksi dari Indonesia, tepatnya di Garut, Jawa Barat.

Mulanya, Silverqueen diproduksi oleh perusahaan NV Ceres. Selanjutnya perusahaan Belanda ini telah dibeli oleh Ming Chee Chuang, pria berkebangsaan Burma keturunan China yang saat itu tinggal di Garut.

NV Ceres mengubah nama menjadi PT Ceres serta bergabung dengan Petra Foods Limited yang masih dimiliki oleh satu keluarga.

11. Lea Jeans

Tidak hanya Levi’s, merek pakaian yang berbahan jin, Lea Jeans juga telah dikenal oleh dunia. Dilansir dari situs resmi leajeans.com, merek ini sudah ada sejak tahun 1972. Merek ini mengusung American Style serta pakaian kasual.

12. Holland Bakery

Toko roti Holland Bakery telah banyak ditemukan di berbagai kota. Tokonya khas memiliki ornamen kincir angin khas Belanda. Produknya diantaranya roti, kue, biskuit, bahkan jajanan pasar.

Holland Bakery telah berdiri mulai tqhun 1978. Merek ini telah diusung oleh PT Mustika Citra Rasa yang pusatnya berada di Karang Bolong, Jakarta Utara.

Saat ini Holland Bakery mempunyai 23 cabang pusat dan mengelola lebih dari 450 gerai yang tersebar di berbagai kota besar, diantaranya Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Lampung, Batam, Pekanbaru, serta Solo.

13. HokBen

Terakhir yakni restoran cepat saji yang menyajikan produk masakan Jepang. Restoran tersebut bernama HokBen atau yang dulunya dikenal dengan Hoka Hoka Bento. Merek ini di bawah naungan perusahaan PT Bogainti.

Restoran ini didirikan pada tanggal 18 April 1985 serta mulai hadir di Kebon Kacang, Jakarta. Dulunya merek Hoka Hoka Bento ini memang berada di Jepang.

Oleh Hendra Arifin, nama inj dibeli lisensinya sehingga dapat digunakan di Indonesia. Akan tetapi dirinya tak membeli waralaba, sehingga restoran ini benar-benar asli Indonesia. Saat ini nama Hoka Hoka Bento juga sudah tidak ada lagi di Jepang.

13 merek lokal tersebut sering dianggap produk asing. Produk tersebut juga sudah dikenal di berbagai daerah yang ada di Indonesia, serta banyak juga yang sudah mendunia.

Ikuti berita terkini dari BINDO di
Google News, YouTube, dan Dailymotion

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *