Info Regional
Jelang Musim Hujan, Pramono Akan Normalisasi Kali Mampang
Jakarta, Bindo.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan peninjauan normalisasi Kali Mampang segmen Poncol, Kuningan Barat, Jakarta Selatan (Jaksel).
Dilakukan normalisasi untuk mengurangi risiko banjir jelang musim hujan. Pramono menyebut kawasan tersebut termasuk daerah cekungan yang rawan banjir. Apabila terjadi hujan dengan intensitas 100 milimeter per hari, maka wilayah tersebut akan banjir.
“Yang tempat ini memang adalah tempat yang cekungan. Sehingga dengan demikian, curah hujan yang seperti saya katakan, 100 milimeter per hari aja pasti ada banjir di sini,” ujar Pramono ketika meninjau lokasi, Kamis (29/10/2026).
Pemprov DKI Jakarta menggunakan periode kemarau untuk membenahi infrastruktur pengendalian banjir. Upaya ini dilakukan mulai pembangunan embung hingga perbaikan aliran di Kali Mampang, Kali Ciliwung, Kali Krukut, serta Kali Cakung Lama.
“Walaupun saya yakin pasti nantinya ada banjir, tetapi volumenya pasti berkurang secara signifikan karena sekarang ini ditangani secara serius,” tuturnya.
Harapan Pramono, pembenahan sungai dan saluran air bisa membantu Jakarta menghadapi musim hujan yang diprediksi mulai terjadi akhir November.
Pemprov DKI Jakarta mengintensifkan normalisasi sungai yang sudah lama tak dilakukan dengan cara pengerukan untuk menambah kapasitas aliran.
“Normalisasi yang sudah begitu lama tidak pernah dilakukan, sekarang kita lakukan kembali. Semua selokan-selokan, sungai-sungai kita lakukan pengerukan di mana-mana,” tuturnya.
Pramono mengatakan penanganan banjir perlu koordinasi antara Pemprov dan DPRD DKI Jakarta. Pemerintah juga mempersiapkan pembenahan kawasan terkena dampak banjir, termasuk sarana dan prasarana jalan maupun perumahan.
Pramono mengatakan masyarakat di sekitar Kali Mampang juga memiliki kontribusi dalam proses normalisasi. Ia mengatakan warga mengizinkan pemakaian lahan untuk mendukung pengerukan sungai.
“Menurut saya, yang seperti ini sangat-sangat baik dan kami berterima kasih pada masyarakat yang ada. Karena memang ini daerah banjir dari waktu ke waktu,” ujarnya.
Di masa depan, Pramono ingin kawasan tersebut tak hanya memperoleh penanganan banjir, namun juga penataan lingkungan supaya masyarakat bisa memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Pramono juga memastikan anggaran Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta untuk penanganan banjir tak dipangkas.
“Ya pokoknya anggaran untuk SDA nggak dipotonglah,” ujarnya.
Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion
