Connect with us

Kesehatan

WHO Desak Rusia Transparan Soal Wabah Pes Yang Diduga Tewaskan Pekerja Lab Meninggal

Published

on

Ilustrasi wabah pes [instagram]

Jakarta, Bindo.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak pemerintah Rusia agar transparan tentang kematian seorang teknisi laboratorium di wilayah Irkutsk, Siberia. 

Upaya ini diambil di tengah kesimpangsiuran informasi, tentang dugaan paparan wabah pes (pneumonic plague) dari tabung reaksi yang pecah.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan keterbukaan informasi sangat krusial demi mencegah kepanikan global, dan memastikan penanganan risiko kesehatan masyarakat secara akurat.

“Berbagi informasi secara tepat waktu, lengkap, dan transparan di bawah Peraturan Kesehatan Internasional sangat penting,” ujar Tedros yang dilansir dari The Straits Times.

“Hal ini diperlukan untuk memperjelas laporan yang saling bertolak belakang dan memungkinkan penilaian yang akurat terhadap potensi risiko kesehatan masyarakat,” imbuhnya.

Laporan awal media lokal People of Baikal mengatakan korban bernama Darya Shipilova (28). Dia diduga tertular pes paru-paru ketika bekerja di fasilitas penelitian anti-pes setempat.

Hampir 200 orang yang pernah kontak langsung dikabarkan sempat melakukan karantina mandiri.

Akan tetapi, klaim tersebut langsung dibantah otoritas Rusia. Badan pengawas kesehatan setempat, Rospotrebnadzor, mengatakan hingga saat ini belum ada temuan bakteri wabah pes di sampel biologis korban.

Gubernur Irkutsk, Igor Kobzev, mengklaim teknisi ini meninggal murni imbas pneumonia biasa dari penyebab yang belum ditentukan.

AS Desak Keterbukaan

Sikap tertutup Moskow menyebabkan reaksi keras dari Gedung Putih. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut dirinya akan langsung menghubungi Presiden Vladimir Putin untuk bertanya tentang kejelasan insiden tersebut.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mendesak Rusia tak menutup-nutupi temuan medis di lapangan supaya dunia internasional dapat melakukan antisipasi potensi penyebaran sejak dini.

“Kami mendorong Rusia untuk transparan dan membagikan lebih banyak informasi kepada dunia sehingga kita semua dapat bereaksi dengan tepat,” ujar Rubio.

Bahaya Pes Paru-paru Mengintai

Juru bicara WHO, Christian Lindmeier, mengatakan risiko penularan di wilayah Irkutsk saat ini masih ada di tingkat ‘sedang hingga rendah’.

Baca Juga  Pasokan Gandum Rusia Ke Indonesia Akan Diperluas

Namun, WHO terus melakukan pemantauan situasi dari dekat sebab sifat pes paru-paru (pneumonic plague) tergolong sangat agresif.

Pes disebabkan infeksi bakteri Yersinia pestis. Berbeda dengan pes bubok (bubonic plague) yang ditularkan melalui gigitan pinjal/kutu, jenis pes paru-paru bisa menyebar dengan cepat antarmanusia lewat droplet saluran pernapasan.

Apabila tak ditangani medis sejak awal, pes paru-paru dapat menyebabkan gagal organ fatal bahkan kematian.

Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion