Info Nasional
15 Kajati Dan Pejabat Eselon II Yang Dilantik Jaksa Agung
Jakarta, Bindo.id – Jaksa Agung (JA) ST Burhanuddin melakukan pelantikan serta memimpin prosesi pengambilan sumpah jabatan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati), dan Pejabat Eselon II di Lingkungan Kejaksaan Agung (Kejagung), Selasa (11/8/2026).
Dari siaran pers Kejagung, beberapa pejabat yang dilantik terdiri dari Kajati di beberapa daerah serta pejabat struktural di lingkungan Kejagung.
Pejabat yang dilantik yakni :
- Siswanto sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Pidana Militer.
- Supardi sebagai Sekretaris Badan Pemulihan Aset.
- Hendrizal Husin sebagai Kajati Kalimantan Tengah.
- Sufari sebagai Inspektur II pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan.
- Muhammad Syarifuddin sebagai Kajati Sulawesi Selatan.
- Sutikno sebagai Kajati Daerah Khusus Jakarta.
- Nurcahyo Jungkung Madyo sebagai Kajati Sumatera Selatan.
- Sila Haholongan sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara.
- Jehezkiel Devy Sudarso sebagai Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional pada Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI.
- Bernadeta Maria Erna Elastiyani sebagai Inspektur Keuangan III pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan.
- I Gde Ngurah Sriada sebagai Inspektur III pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan.
- I Putu Gede Astawa sebagai Kajati Papua Barat.
- Chatarina Muliana sebagai Kajati Kalimantan Timur.
- Herry Hermanus Horo sebagai Kajati Banten.
- Roberthus Melchisedek Tacoy sebagai Kajati Maluku Utara.
- Transiswara Adhi sebagai Kajati Kepulauan Riau.
- RD Teguh Darmawan sebagai Kajati Jawa Barat.
- Sri Kuncoro sebagai Kajati Daerah Istimewa Yogyakarta.
- Yudi Triadi sebagai Kepala Pusat Manajemen, Penelusuran dan Perampasan Aset pada Badan Pemulihan Aset.
- Tiyas Widiarto sebagai Kepala Pusat Penyelesaian Aset pada Badan Pemulihan Aset.
- Basuki Sukardjono sebagai Direktur B pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum.
- Arief Sudihar sebagai Kepala Biro Kepegawaian pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan.
- Danang Suryo Wibowo sebagai Direktur II pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen.
- Muslikhuddin sebagai Kepala Pusat Strategi, Kebijakan Penegakan Hukum pada Jaksa
- Agung Muda Bidang Pembinaan. Sukarman Sumarinton sebagai Kajati Kalimantan Selatan.
- Sugiyanta sebagai Direktur E pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum.
- Saiful Bahri Siregar sebagai Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus.
- Anton Delianto sebagai Kajati Bengkulu.
- Taufan Zakaria sebagai Kajati Lampung.
- Erich Folanda sebagai Direktur Pengendalian Operasi pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus.
- Syarief Sulaeman Nahdi sebagai Direktur III pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen.
- Asep Sontani Sunarya sebagai Kepala Biro Umum pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan.
- Teuku Rahmatsyah sebagai Kajati Aceh.
- Bima Suprayoga sebagai Direktur V pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen.
Burhanuddin mengatakan para pejabat yang dilantik adalah hasil dari proses penilaian serta pertimbangan yang matang.
“Jabatan bukan sekadar kedudukan, kehormatan, maupun kekuasaan, melainkan sebuah amanah dan wujud kepercayaan pimpinan yang harus dijaga serta dipertanggungjawabkan dengan integritas, profesionalitas, dan loyalitas,” ujar Burhanuddin pada keterangannya, Selasa.
Dirinya mengingatkan para pejabat baru bahwa pelantikan berlangsung saat kejaksaan sedang menghadapi ujian dan sorotan publik.
Mereka diminta agar segera mencurahkan kemampuan terbaik untuk memperbaiki citra serta mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi ini.
Burhanuddin meminta para pejabat untuk memberi perhatian pada perkara yang ada kaitannya langsung dengan kepentingan masyarakat dan perkara yang berdampak pada keuangan maupun perekonomian negara.
Dia menegaskan agar penanganan perkara korupsi tak hanya terpusat di Kejaksaan Agung.
Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri diminta berani untuk menangani perkara korupsi strategis di wilayah masing-masing secara profesional serta bertanggung jawab.
Burhanuddin juga mengingatkan semua jajaran kejaksaan agar menjaga integritas di tengah tingginya pengawasan masyarakat.
“Sumpah jabatan yang telah diucapkan harus dimaknai sebagai janji suci dan tanggung jawab yang kelak dimintai pertanggungjawabannya kepada negara, masyarakat, dan Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Burhanuddin.
Khusus kepada para Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) yang baru dilantik, Burhanuddin meminta agar mereka segera beradaptasi serta memahami permasalahan di wilayah masing-masing.
Ia mengatakan lenegakan hukum di daerah harus dilakukan secara tenang, terukur, serta tak menyebabkan kegaduhan yang tak perlu.
Kajati juga diminta untuk membangun koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) agar menjaga stabilitas wilayah tanpa mengganggu independensi kejaksaan.
“Transparansi publik juga harus diperkuat melalui publikasi capaian kinerja secara aktif dan berkelanjutan. Dari sisi internal, pengawasan melekat (waskat) wajib ditingkatkan secara ketat agar tidak ada ruang bagi penyalahgunaan wewenang, dan setiap indikasi pelanggaran harus ditindak tegas secara berjenjang sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” ujarnya.
“Para pejabat di daerah pun dituntut untuk senantiasa menjaga keteladanan integritas diri serta keluarga melalui pola hidup yang sederhana, tegas, dan bertanggung jawab,” lanjutnya.
Para pejabat Eselon II di Kejaksaan Agung diminta agar segera memahami tugas, fungsi, serta kewenangan baru mereka.
Kata Burhanuddin, pemahaman tersebut penting sebab Kejaksaan Agung jadi pusat perumusan kebijakan serta pengendali pelaksanaan tugas Kejaksaan secara nasional.
Para pejabat Eselon II juga diminta melakukan evaluasi kinerja satuan kerja masing-masing untuk mengetahui kekuatan maupun kelemahannya.
Perlu diperkuat komunikasi antarbidang agar tak terjadi tumpang tindih kewenangan dan penyelesaian tugas bisa berjalan lebih cepat.
Di akhir amanatnya, Burhanuddin mengapresiasi para pejabat lama atas pengabdian mereka selama menjalankan tugasnya.
Dirinya juga berterima kasih kepada para istri pengurus Ikatan Adhyaksa Dharma Karini atas dukungan yang telah diberikan.
“Ibarat matahari, jabatan pasti akan terbenam, tetapi cahaya pengabdian akan senantiasa menyala. Semoga setiap langkah yang kita tempuh bernilai ibadah, setiap Amanah yang kita tunaikan membawa berkah dan setiap kebaikan yang kita tanam menjadi jejak kemuliaan hingga akhir hayat,” ujarnya.
Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion
