Info Regional
Diduga 3 Santri Dibakar Temannya, Polres Lombok Tengah Lakukan Penyelidikan
Lombok Tengah, Bindo.id – Polres Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), sedang melakukan penyelidikan kasus 3 santri yang diduga dibakar temannya.
Insiden ini melibatkan santri di salah satu pondok pesantren (ponpes) yang ada di Dusun Sengkol, Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang. Dalam insiden ini menyebabkan 1 korban meninggal dunia.
Kasatreskrim Polres Lombok Tengah, AKP Punguam Hutahaean menuturkan pihaknya menerima laporan orang tua korban pada Rabu (3/6/2026).
“Informasi baru kami terima dari laporan orang tua korban,” tuturnya, Rabu, dikutip dari Antara.
Kata Punguam, penyidik segera menindaklanjuti laporan itu dengan meminta keterangan para pihak terkait dan mengumpulkan alat bukti yang ada di lapangan.
Kasus Muncul Setelah Video Korban Beredar
Dugaan 3 santri dibakar temannya tersebut muncul usai Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Joko Jumadi, menyoroti tentang video yang beredar di Facebook.
Video itu tampak kondisi salah satu korban yang mengalami luka bakar serta sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
Pada rekaman tersebut, korban terlihat meringis kesakitan dengan beberapa bagian tubuh dibalut perban. Korban mengeluhkan rasa sakit di bagian badan dan kaki.
Dari hasil penelusuran LPA, peristiwa ini sebenarnya terjadi pada November 2025. Akan tetapi, kasus tersebut kembali menarik perhatian masyarakat usai video korban tersebar luas di media sosial.
Joko Jumadi mengatakan ada 3 santri yang diduga jadi korban di peristiwa tersebut.
Sebelum dibakar sesama santri, mereka diduga disiram bahan bakar.
Berdasarkan informasi awal yang diterima LPA Kota Mataram, 2 korban mengalami luka bakar serius serta harus menjalani perawatan. Sedangkan 1 korban lainnya dinyatakan meninggal dunia imbas kejadian ini.
“Ada tiga korban. Dua mengalami luka bakar dan satu meninggal dunia,” ujar Joko Jumadi.
Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion
