Connect with us

News

Cari Info Pimpinan Milisi Irak, AS Akan Berikan Hadiah Rp 172 M

Published

on

AS Akan Berikan Hadiah Rp 172 M untuk info pimpinan milisi Irak [voi]

Washington DC, Bindo.id – Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) tawarkan hadiah uang hingga US$ 10 juta, atau senilai Rp 172,8 miliar tentang informasi pemimpin kelompok milisi Irak, Kataeb Sayyid al-Shuhada (KSS), yang didukung Iran.

Washington sudah menetapkan KSS menjadi organisasi teroris.

Para pejabat AS di postingan media sosial pada Kamis (23/4), seperti dilansir AFP, Jumat (24/4/2026), menyebutkan mereka sedang mencari informasi tentang pemimpin KSS bernama Hashim Finyan Rahim al-Saraji, yang juga dikenal sebagai Abu Alaa al-Walaai.

Washington menyebut KSS sudah membunuh warga sipil Irak serta menyerang fasilitas diplomatik AS di Irak. KSS juga disebut telah menyerang pangkalan serta para personel militer AS di Irak dan Suriah.

Pada postingan para pejabat AS tersebut ditekankan “Anda mungkin berhak atas relokasi dan hadiah” untuk informasi keberadaan Al-Saraji.

Al-Saraji diketahui punya kursi di Kerangka Koordinasi, aliansi Syiah yang berkuasa di Iran yang memiliki suara mayoritas di parlemen.

Kelompok-kelompok pro-Iran di Irak sudah menargetkan Kedutaan Besar AS di Baghdad, fasilitas diplomatik serta logistik Washington yang berada di bandara Baghdad, serta beberapa ladang minyak di Iran yang dioperasikan perusahaan-perusahaan asing.

Irak baru-baru ini memperoleh lagi stabilitas usai puluhan tahun dilanda konflik, dengan cepat terseret ke perang Timur Tengah. Pemicunya saat AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran tanggal 28 Februari lalu.

Pada awal bulan ini, imbalan serupa ditawarkan kepada pemimpin Kataeb Hizbullah yakni kelompok bersenjata Irak yang berpengaruh.

Kelompok tersebut menculik jurnalis AS Shelly Kittleson bulan lalu serta menahannya selama satu minggu sebelum membebaskannya.

Washington, berdasarkan laporan media AS pekan ini, sudah meningkatkan tekanan ke Baghdad untuk memerangi kelompok-kelompok pro-Teheran. Tekanan yang dilakukan berupa penangguhan pengiriman pendanaan uang tunai serta membekukan pendanaan pada program keamanan Irak.

Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion

Baca Juga  Bahas Negosiasi Dagang dengan AS Prabowo Panggil Sejumlah Menteri
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *