Connect with us

Transportasi

Alasan Wings Air Hentikan Rute Tanjung Redeb-Maratua per Maret 2026

Published

on

Ilustrasi wings air [disway]

Balikpapan, Bindo.id – Maskapai Wings Air telah resmi menghentikan operasional penerbangan rute Tanjung Redeb menuju ke destinasi wisata Pulau Maratua, Kabupaten Berau, per Maret 2026.

Keputusan tersebut diambil sebab tingkat keterisian penumpang (load factor) pada rute tersebut rendah.

Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII Balikpapan, Ferdinan Nurdin, menuturkan minimnya jumlah penumpang jadi kendala utama maskapai untuk mempertahankan layanannya.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, tingkat keterisian penumpangnya sangat minim. Bahkan, pernah dalam satu penerbangan hanya terisi 9 orang penumpang saja,” tutur Ferdinan di Balikpapan, Selasa (31/3/2026).

Kata Ferdinan, pesawat jenis ATR 72 yang dioperasikan Wings Air punya kapasitas hingga 72 kursi. Secara bisnis penerbangan, sebuah rute idealnya harus mencapai okupansi 60 sampai 70 persen demi menjaga keberlangsungan operasional.

Apabila keterisian di bawah angka itu, terlebih hanya 9 orang, hal itu dianggap sangat merugikan pihak maskapai.

Perlu Sinergi Pelaku Wisata

Penghentian rute ini sangat disayangkan sebab jalur udara Tanjung Redeb-Maratua termasuk akses krusial untuk destinasi wisata bahari andalan Kalimantan Timur.

Rute tersebut baru saja diresmikan tanggal 16 Januari 2026 dengan harapan bisa mendongkrak angka kunjungan wisatawan secara signifikan.

Ferdinan menegaskan tentang pentingnya kolaborasi antar-sektor demi menghidupkan kembali minat penerbangan ke wilayah kepulauan tersebut.

Kunci utamanya yakni fukungan dari masyarakat serta pelaku usaha.

“Kami sangat memerlukan dukungan dari masyarakat dan pelaku usaha, seperti ASITA maupun PHRI. Tanpa kolaborasi lintas sektor, tantangan ini akan sulit diatasi,” ujar Ferdinan.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud yang meresmikan Rute komersial yang menghubungkan Bandara Kalimarau (Tanjung Redeb) dengan Bandara Maratua.

Langkah strategis ini diambil demi memangkas waktu tempuh menuju ke Maratua secara drastis. Apabila memakai jalur laut dengan speedboat, wisatawan perlu waktu sekitar 3 jam perjalanan.

Baca Juga  Wings Air Terbangi Rute Batam-Singkawang dan Batam-Dabo Singkep

Jika memakai pesawat, durasi perjalanan hanya butuh 45 menit. Gubernur Rudy Mas’ud saat peresmian mengatakan bahwa pembukaan akses udara ini sebagai kunci untuk membuka potensi ekonomi biru di Kabupaten Berau.

Akan tetapi, realita pasar di lapangan belum bisa menyokong keberlanjutan rute komersial itu dalam jangka pendek.

Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *