Connect with us

Teknologi

Schneider Electric Soroti Otomasi Cerdas untuk Masa Depan Industri Food & Beverage di Innovation Talk Surabaya

Published

on

Foto istimewa/

Surabaya (Bindo.id) – Schneider Electric, pemimpin global di bidang teknologi energi, menggelar Innovation Talk Surabaya sebagai bagian dari rangkaian Innovation Talk yang diselenggarakan di berbagai kota strategis di Indonesia, dengan Batam sebagai kota pembuka di akhir Februari lalu.

Forum ini mempertemukan para pengambil keputusan untuk membahas berbagai tantangan dan peluang transformasi industri melalui pemanfaatan teknologi energi, digitalisasi, dan otomasi di berbagai sektor, mulai dari hunian, industri, gedung, data center, hingga infrastruktur.

Di Surabaya, Innovation Talk secara khusus menyoroti industri Food & Beverage (F&B) sebagai salah satu segmen Consumer Packaged Goods (CPG) yang paling dinamis di Indonesia. Industri F&B merupakan subsektor dengan kontribusi PDB terbesar dalam sektor manufaktur nasional. Sepanjang 2025, industri ini mencatat pertumbuhan sebesar 6,38%, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,11%1.

Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya aktivitas produksi dan investasi di sektor manufaktur, khususnya industri F&B, sekaligus mendorong pelaku industri untuk mempercepat adopsi otomasi, digitalisasi, dan pengelolaan energi yang lebih efisien agar tetap kompetitif di tengah dinamika pasar.

Martin Setiawan, President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, menegaskan bahwa kehadiran Schneider Electric di berbagai kota, termasuk Surabaya sebagai salah satu pusat industri di Indonesia, merupakan langkah strategis untuk memastikan transformasi digital dan transisi energi secara lebih merata oleh pelaku industri di berbagai daerah.

“Pertumbuhan industri dan pusat-pusat ekonomi Indonesia kini berkembang di berbagai wilayah, termasuk Jawa Timur yang menjadi salah satu pusat manufaktur nasional. Karena itu, kami ingin hadir lebih dekat dengan pelanggan di berbagai kota, mendengarkan tantangan mereka secara langsung, dan bersama-sama merancang solusi yang relevan. Innovation Talk menjadi wadah bagi Schneider  Electric untuk memperkuat peran sebagai mitra teknologi energi yang mendukung peningkatan efisiensi, keandalan sistem, serta pencapaian target keberlanjutan di berbagai sektor industri, termasuk Food & Beverage,” ujar Martin.

Melalui forum ini, Schneider Electric menghadirkan berbagai solusi teknologi yang dapat membantu industri membangun pabrik masa depan, yaitu pabrik yang terhubung secara digital, berbasis data, efisien energi, dan adaptif terhadap perubahan pasar. Salah satu solusi otomasi yang disoroti dalam Innovation Talk Surabaya adalah Lexium Cobot, robot kolaboratif generasi terbaru dari Schneider Electric yang dirancang untuk bekerja berdampingan dengan manusia secara aman dan presisi tinggi.

Baca Juga  Di Penghujung Tahun 2023, Terminal Teluk Lamong Dipercaya Layani Rute Baru Ke India dan Timur Tengah

Teknologi ini memungkinkan peningkatan efisiensi produksi, fleksibilitas proses manufaktur, serta pengurangan downtime di lini produksi.

Dengan kemampuannya yang fleksibel dan mudah diintegrasikan ke berbagai sistem otomasi industri, Lexium Cobot dapat digunakan dalam berbagai aplikasi manufaktur seperti proses perakitan, pick-andplace, pengemasan, hingga penanganan material. Teknologi ini ditampilkan melalui demonstrasi Robot Kopi, solusi yang dibangun dengan Lexium Cobot Solution yang menunjukkan bagaimana manusia dapat berkolaborasi dengan robot dalam hal pembuatan kopi dengan standar kopi buatan barista, dimana proses dilakukan secara presisi dan konsisten. Solusi Cobot ini juga didukung oleh perangkat lunak EcoStruxure Cobot Expert yang memungkinkan simulasi, pemrograman, dan pengujian pergerakan robot secara digital sebelum diterapkan di lingkungan produksi.

Dalam diskusi panel, Jonathan Kartawijaya, Managing Director PT Intidaya Dinamika Sejati, mitra OEM Schneider Electric yang berpengalaman dalam implementasi sistem otomasi industri, menyoroti meningkatnya kebutuhan transformasi digital di sektor manufaktur, khususnya industri F&B.

“Industri F&B saat ini menghadapi tekanan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga efisiensi energi dan keberlanjutan operasional. Dari pengalaman kami bekerja dengan berbagai pabrik, semakin banyak perusahaan yang mulai mempercepat adopsi otomasi dan integrasi data produksi untuk meningkatkan visibilitas dan kontrol operasional. Langkah ini sangat penting agar pelaku industri dapat menjaga kualitas, meningkatkan efisiensi proses, dan tetap kompetitif di tengah dinamika pasar,” ujar Jonathan.

Selain menghadirkan diskusi strategis, Innovation Talk juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengeksplorasi berbagai solusi teknologi Schneider Electric yang mendukung efisiensi energi, otomasi industri, dan digitalisasi operasional.(ahmad)

Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion