Ekonomi
Kemitraan Strategis Inggris-Indonesia Yang Baru Di London
Jakarta, Bindo.id – Kemitraan Strategis Inggris-Indonesia yang baru telah diluncurkan Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer bersama dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto di London.
Peluncuran tersebut dilaksanakan dalam rangka kunjungan Prabowo ke Inggris pada minggu ini.
Pada kunjungannya, Prabowo juga bertemu dengan Wakil Perdana Menteri David Lammy, Perwakilan Senior Sektor Pendidikan Internasional Inggris Sir Steve Smith, dan perwakilan senior dari bisnis beserta organisasi masyarakat sipil Inggris.
Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey menyebutkan kemitraan Strategis Inggris-Indonesia yang baru ini sebagai tonggak penting dalam hubungan panjang kedua negara. Dengan menjalin kerjasama untuk masa depan yang lebih makmur, aman, serta berkelanjutan bagi masyarakat di kedua negara
“Kemitraan ini bukan hanya tentang pemerintah. Kemitraan ini mempertemukan dunia usaha, universitas, masyarakat sipil, organisasi budaya, dan yang terpenting, rakyat kedua negara,” ujarnya pada keterangan tertulis, Kamis (22/1/2026).
“Kami menantikan penguatan hubungan dengan Indonesia saat kita bekerja sama berdasarkan nilai-nilai bersama, ambisi bersama, dan tekad bersama untuk membangun dunia yang lebih adil, aman, berkelanjutan, dan lebih sejahtera bagi generasi mendatang,” lanjutnya.
Kemitraan Strategis Inggris-Indonesia yang baru berdasar pada nilai-nilai bersama sebagai negara demokrasi berdaulat yang menjunjung tinggi penghormatan terhadap HAM serta komitmen pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (UN Sustainable Development Goals).
Landasan kemitraan tersebut pada prinsip saling menghormati, kerja sama, serta kedaulatan. Walaupun dipimpin oleh pemerintah kedua negara, kemitraan ini akan mempertemukan semua elemen kebangsaan, termasuk sektor bisnis, praktisi akademia, organisasi kemasyarakatan sipil dan budaya, maupun masyarakat.
Menteri Bisnis dan Perdagangan Inggris Peter Kyle dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto juga meneken Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi (Economic Growth Partnership/EGP). Ini juga termasuk bagian dari kemitraan strategis.
Tujuan kemitraan tersebut untuk meningkatkan kerja sama perdagangan di sektor prioritas misalnya energi bersih, ekonomi digital, infrastruktur, transportasi, pendidikan, serta layanan kesehatan.
EGP yang baru ini akan membantu Inggris maupun Indonesia untuk mengatasi hambatan perdagangan, mendukung pelaku usaha untuk mendorong peningkatan ekspor, menciptakan lapangan kerja, dan juga mendorong investasi 2 arah yang lebih besar.
Kedua negara memiliki komitmen untuk memperdalam hubungan antar masyarakat (people-to-people), lewat kinerja British Council yang mempromosikan kerja sama para bidang pendidikan, bahasa Inggris, maupun budaya.
Pada sebuah forum diskusi bersama Prabowo dan pimpinan universitas Inggris, Sir Steve Smith ditunjuk menjadi Penasihat Khusus untuk kelompok kerja bidang Pendidikan yang baru. Jaringan Universitas Inggris-Indonesia juga diluncurkan.
Kemitraan ini juga meliputi ambisi untuk melatih sebanyak 300.000 guru bahasa Inggris serta memperbarui MoU demi mendorong kolaborasi pada bidang ekonomi kreatif dan budaya.
Diumumkannya Strategi Pendidikan Internasional Inggris pada minggu ini, mengarahkan fokus pengembangan pendidikan Inggris ke luar negeri. Di mana Indonesia diidentifikasi menjadi salah satu dari 5 negara prioritas tujuan.
Saat ini berbagai universitas maupun penyedia pendidikan kelas dunia Inggris melebarkan sayapnya ke dunia internasional. Selain itu juga membangun kemitraan, dan memberi lebih banyak akses pada pelajar Indonesia untuk memperoleh pendidikan Inggris.
Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion
