News
Ribuan ASN Ikut Pelatihan Komcad Selama 1,5 Bulan
Jakarta, Bindo.id – Sekitar 2.019 aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai kementerian dan lembaga ikut seleksi kompetensi Komponen Cadangan (Komcad) tahun anggaran 2026.
Mereka resmi dilepas Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk mengikuti seleksi tersebut.
Ribuan ASN yang berasal dari 49 kementerian itu dinyatakan lulus seleksi kesehatan. Mereka akan dikirim ke 6 lembaga pendidikan (lemdik) milik TNI dan Kemhan.
Kepala Pusat Komponen Cadangan Badan Cadangan Nasional (Bacatanas) Brigjen Hengki Yuda Setiawan, mengatakan awalnya ada 2.205 ASN yang diusulkan dari 48 kementerian dan lembaga menjadi calon komcad.
Dari jumlah itu, ada 2.115 orang yang menjalani pemeriksaan kesehatan serta 2.019 di antaranya dinyatakan lolos.
“Jumlah peserta yang mengikuti pemeriksaan kesehatan 2.115 orang dengan keterangan lulus ke seleksi selanjutnya 2.019 orang, tidak lulus 96 orang,” tutur Hengki ketika melaporkan apel keberangkatan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026).
Kata Hengki, ada 2.019 peserta yang lolos ke tahap selanjutnya. Mereka akan menjalani seleksi kompetensi jasmani, psikologi, serta mental ideologi yang tersebar di 6 lembaga pendidikan milik TNI.
Keenam lembaga tersebut yakni :
- Puskombelneg BPSDM Kemhan sebanyak 304 orang
- Rindam Jaya sebanyak 302 orang
- Pusdikes Puskesat sebanyak 505 orang
- Brigif 1 Pasmar 1 sebanyak 300 orang
- Pusbahasa Kodiklat AU sebanyak 305 orang
- Wingdik 500 Atang Sanjaya sebanyak 303 orang
Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacabnas) Letjen TNI Gabriel Lema menuturkan peserta yang lolos seleksi kompetensi akan langsung melakukan Latsarmil selama 1,5 bulan atau 45 hari secara intensif.
Pembukaan Latsarmil dijadwalkan akan dilakukan tanggal 22 April 2026 dan terpusat di Lanud Halim Perdanakusuma.
“Pendidikannya satu setengah bulan. Tahun ini total ada 4.000 ASN yang kita siapkan dalam dua gelombang,” ujar Gabriel
Selama masa pendidikan, ASN akan dibekali dengan berbagai materi berupa pembentukan karakter, kedisiplinan, sampai pengetahuan militer dasar.
Para peserta juga akan dibekali dengan pengetahuan senjata serta latihan menembak terbatas.
“Kurikulum sudah diatur, ada nuansa bersifat militer namun bersifat pengetahuan terbatas. Senjata juga demikian karena mereka pun nanti harus melaksanakan latihan menembak terbatas,” ujarnya.
Kata Gabriel, program Komcad untuk ASN ini tak akan mengubah struktur birokrasi yang ada. Para peserta akan tetap melaksanakan tugas pokoknya sebagai ASN usai masa pendidikan rampung.
Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion
