News
Vendor Dekorasi Di Tangerang SelatanTertipu Hingga Rp 65 Juta
Tangerang Selatan, Bindo.id – Pelaku penipuan mengaku menjadi mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta demi memperdaya pemilik vendor dekorasi bernama Fatimah az-Zahra Wedding di Ciputat Timur, Tangerang Selatan.
Imbas peristiw tersebut, korban rugi hingga Rp 65 juta sebab 120 kursi futura serta 3 blower raib dibawa kabur.
Korban bernana Siti Fatimah (40), menuturkan pelaku pertama kali menghubunginya lewat WhatsApp pada Kamis (30/4/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Akan tetapi, dia baru memberi respons pesan itu pada pukul 09.00 WIB.
“Dia ngakunya mahasiswa UIN. Dia bilang mau sewa 170 kursi sama tiga blower buat acara penyuluhan MBG,” ujar Fatimah di Polsek Ciputat Timur, Sabtu (2/5/2026).
Pelaku mengaku sebagai Andi serta mengatakan penyewaan dilakukan untuk acara Penyuluhan MBG berlokasi di Jalan Semanggi II Nomor 20, Kelurahan Cempaka Putih, Ciputat Timur.
Lokasi tersebut disebut sebagai tempat Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) Jakarta, tak jauh dari kawasan kampus UIN Ciputat. Fatimah mengaku tak curiga, sebab lokasi pengiriman masih ada di sekitar lingkungan Ciputat serta pelaku mengaku mahasiswa.
“Saya juga kebetulan banyak relasi di universitas. Di Semanggi 2 juga dekat UIN, jadi saya percaya aja,” tuturnya.
Kata Fatimah, pelaku menjanjikan pembayaran dilakukan usai barang sampai di lokasi.
“Dia bilang, ‘Barang datang, payment langsung cair’,” ujar Fatimah.
Dia mengerahkan pekerjanya untuk mengantar perlengkapan itu. Fatimah juga ikut ke lokasi untuk memastikan barang sampai, sebab pelaku merupakan penyewa baru serta belum memberi uang muka.
Sekitar pukul 11.20 WIB, korban sampai di lokasi pengiriman serta menurunkan barang memakai 3 mobil pikap.
Akan tetapi sampai proses pengantaran selesai, pelaku tak kunjung muncul untuk serah terima.
Fatimah sempat menantinya lebih dari 1 jam, namun pelaku hanya meminta supaya barang cukup didokumentasikan melalui video.
“Dia bilang enggak usah serah terima, cukup video aja,” ujarnya.
Setelah kembali dari rumah sakit di malam hari, Fatimah beserta suaminya memutuskan untuk mengecek lokasi sebab pembayaran tak kunjung masuk. Ketika tiba di lokasi, mereka mendapati sebagian besar kursi serta blower sudah hilang.
“Bangkunya ditinggalin 50. Jadi yang diambilnya 120,” tutur Fatimah.
Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke polisi.
Laporan korban tercatat pad Laporan Polisi Nomor: TBL/B/578/IV/2026/SPKT/SEK. CIPUTAT TIMUR/RES. TANGSEL/PMJ. Fatimah menyebut kerugian yang dialaminya mencapai sekitar Rp 65 juta.
Dia mengatakan harga 1 kursi futura saat ini sekitar Rp 400.000-an per unit, sedangka 1 blower besar hingga Rp 5 juta.
“Kursi futura satu unit itu sekarang sekitar 400 sekian ribu. Kalau blower sekitar Rp 5 juta satu. Kalau keseluruhan saya lihat angkanya lumayan, sekitar Rp 65 juta-an,” ujarnya.
Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq membenarkan ada laporan itu.
Dia menuturkan polisi sudah mengecek tempat kejadian perkara (TKP) serta melakukan pemeriksaan saksi.
“Kami sudah lakukan olah TKP, cek TKP, periksa saksi, dan mengantongi identitas kendaraan yang mengantar,” ujar Bambang, Sabtu.
Bambang mengimbau pelaku usaha supaya lebih waspada pesanan online, khususnya yang dilakukan orang yang belum dikenal
“Jangan mudah percaya dengan orderan online. Harus ada screening kuat, asas kehati-hatian itu penting,” tuturnya.
Sampai berita ini ditayangkan pihak kepolisian masih menyelidiki tentang pelaku. Korban serta saksi akan dipanggil untuk Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Polsek Ciputat Timur pada Minggu (3/5/2026).
Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion
