Connect with us

Info Nasional

Kemendikdasmen Fasilitasi Dan Sesuaikan Soal Untuk Murid Disabilitas di TKA

Published

on

Ilustrasi disabilitas mengerjakan soal TKA [fornews]

Jakarta, Bindo.id – Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Pusmendik Kemendikdasmen) Rahmawati memastikan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dapat diikuti murid berkebutuhan khusus.

Tak hanya murid yang ada di Sekolah Luar Biasa (SLB) namun juga di sekolah reguler.

“Tidak hanya untuk SLB, murid-murid berkebutuhan khusus di sekolah reguler pun, kami memberikan akomodasi,” ujarnya saat acara Taklimat TKA jenjang SMP di Hotel Four Points, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (7/4/2026), ditulis pada Rabu (8/4/2026).

Soal TKA Disesuaikan Dengan Kebutuhan Murid Disabilitas

Akomodasi yang disiapkan untuk murid berkebutuhan khusus tercantum dalam wujud soal TKA. Bentuk soal tersebut diberikan kepada murid sesuai dengan kebutuhannya.

Murid yang punya hambatan di penglihatan, tunanetra atau low vision, paket soal yang diberikan tak menampilkan grafik, gambar, maupun tabel.

Sebab sistem akan membacakan soal kepada murid lewat aplikasi screen reader.

“Soalnya akan dibacakan oleh aplikasi melalui screen reader, jadi dalam bentuk kalimat-kalimat,” ujarnya.

Murid yang identifikasi kebutuhannya tunarungu atau hambatan belajar spektrum ringan, akan diberikan soal lebih sedikit kalimat namun lebih banyak gambar, tabel, ataupun grafik. Sebab, murid lebih kuat secara visual daripada kalimat kompleks.

“Dan itu sudah diterapkan, Alhamdulilah yang tunanetra itu sudah dimonitor langsung. Jadi harapannya ini bisa memenuhi sifat dari berkeadilan kita untuk mengakomodasi siswa bisa mengikuti TKA secara optimal,” ujarnya.

Semua Rangkaian TKA Diawasi

Tingkat partisipasi peserta TKA pada gelombang pertama sekitar 98,3 persen. Gelombang tersebut telah diikuti sebanyak 1.935.778 peserta yang terdiri dari 1.777.571 peserta yang mengikuti ujian secara daring serta 158.207 peserta yang memakai moda ujian semi daring.

Pada pelaksanaan TKA gelombang pertama melibatkan sebanyak 24.195 pengawas serta 2.345 penyelia dari Dinas Pendidikan Provinsi dan Kantor Wilayah Kementerian Agama.

Baca Juga  PPDB 2025 Murid Yang Tak Masuk Di Sekolah Negeri Akan Diarahkan ke Sekolah Swasta Serta Dapat Subsidi Dari Pemda

Kemendikdasmen dalam pelaksanaannya membentuk posko fungsinya untuk pusat kendali nasional.

Posko nasional Kemendikdasmen berlokasi di Hotel Four Points, Kota Bekasi, Jawa Barat. Posko tersebut sebagai titik temu antara perwakilan Dinas Pendidikan dan Kanwil Kemenag.

Selain pemerintah pusat, Posko Pendampingan juga dibuka Pemerintah Daerah di wilayah masing-masing. Posko Pendampingan memiliki peran sebagai pusat bantuan (helpdesk) untuk satuan pendidikan

Semua posko ini dihadirkan untuk percepatan penanganan jika ada kendala di lapangan. Sehingga permasalahan dapat diselesaikan lebih efektif serta terkendali dengan baik.

Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *