Info Regional
Diduga Keracunan PMT Posyandu, Dinkes Batang Gratiskan Biaya Pengobatan Warga
Batang, Bindo.id – Warga di Batang diduga keracunan setelah mengkonsumsi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam kegiatan Posyandu Kelurahan Rowobelang.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang menggratiskan biaya pengobatan untuk warga yang diduga keracunan tersebut.
Selain memberi penanganan medis, petugas kesehatan juga melakukan penyusuran rumah-rumah warga untuk memantau kondisi mereka.
Kepala Dinkes Batang, Ida Susilaksmi menyebut petugas tetap memantau warga yang kondisinya membaik serta sudah dinyatakan bisa menjalani rawat jalan.
“Rawat jalan, iya. Tetapi ini kami tetap, petugas kami masih tetap menyusuri ke rumah-rumah. Kita berdoa mudah-mudahan aman,” ujar Ida kepada wartawan, Selasa (22/9/2026).
Ida mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penanganan dugaan kasus keracunan yang terjadi usai kegiatan Posyandu. Dirinya memastikan penanganan terhadap warga tak dipungut biaya.
“Pada prinsipnya, penanganan dugaan kasus keracunan ini digratiskan,” tutur Ida.
Puluhan Warga Terdampak
Puluhan warga Rowobelang srbelumnya mengalami gejala sakit usai mengonsumsi PMT di kegiatan Posyandu, Senin (21/9/2026). Keluhan yang dialamu mereka yakni muntah-muntah dan diare.
Dinkes Batang sudah mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium guna mengetahui penyebab pasti munculnya gejala yang dialami warga. Dari pendataan sementara, ada 42 orang diketahui mengonsumsi makanan tersebut.
Dari jumlah tersebut, 37 orang mengalami gejala, sedangkan 5 orang tikak mengalami gejala. Hingga Selasa siang, 2 warga menjalani rawat inap dan 9 orang masih diobservasi di IGD. Sedangkan warga lainnya diijinkan untuk menjalani rawat jalan.
Dinkes Batang saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium serta terus memantau kondisi warga.
Sebelum hasil pemeriksaan sampel keluar, penyebab munculnya gejala belum dapat dipastikan.
Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion
