News
Di-bully Berulang Kali, Siswa SMPN Pemalang Tewas Dan Kakak Kelas Jadi ABH
Pemalang, Bindo.id – Pelajar kelas 7 berinisial AAF (13) tewas usai diduga menjadi korban perundungan di SMPN 4 Randudongkal, Pemalang, Jawa Tengah.
Saat ini kakak kelas korban ditetapkan sebagai anak berkonflik dengan hukum (ABH).
Korban merupakan warga Desa Semingkir, Kecamatan Randudongkal. AAF dianiaya di lingkungan sekolah beberapa kali pada Juli 2026. AAF dinyatakan tewas saat menjalani penanganan medis di rumah sakit pada Minggu malam (2/8/2026)
Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana mengatakan setelah melakukan pemeriksaan saksi-saksi serta memenuhi alat bukti, pihaknya menetapkan 1 pelajar yang merupakan kakak kelas korban sebagai ABH.
“Korban adalah pelajar kelas 7, sementara terduga ABH adalah pelajar kelas 8 di sekolah yang sama,” ujar AKBP Rendy Setia Permana, Senin (24/8/2026).
Kata Rendy, kekerasan di lingkungan sekolah setempat terjadi 4 kali di bulan yang sama, yaitu Juli 2026 di lingkungan sekolah.
“Ada empat lokasi di sekolah. Lokasi di bawah pohon dekat gerbang sekolah, depan ruang Laboratorium IPA, depan ruang kelas 7D dan depan toilet sekolah,” ujarnya.
Akibat beberapa kali dianiaya, korban pada Minggu (2/8) sempat mendapat penanganan medis di Puskesmas Randudongkal, kemudian di RS Muhammadiyah Mardhatillah.
Akan tetapi, pada Minggu malam (2/8) pukul 19.30 WIB, AAF dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
“Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polres Pemalang, oleh ibu dari anak korban,” ujar Rendy.
Setelah mendapat laporan tersebut, pihak Polres Pemalang selanjutnya mengadakan pendalaman. Ada 17 saksi yang diperiksa polisi, termasuk teman-teman sekolah korban, guru BK, guru mata pelajaran, serta tenaga medis.
“Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan barang bukti yang diamankan, Polres Pemalang telah menetapkan satu anak yang berkonflik dengan hukum (ABH),” ujar Rendy.
Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion
