Connect with us

Info Regional

Inovasi Alat Pengering Pala Dikenalkan Pada Petani Transmigran Di Papua Barat

Published

on

Inovasi alat pengering pala dikenalkan pada Petani Transmigran di Papua Barat [viva]

Jakarta, Bindo.id – Tim Ekspedisi Patriot 15 Universitas Hasanuddin kenalkan alat pengering inovatif Smart Solar Biomass Dryer kepada para petani pala di Kawasan Transmigrasi Weri-Saharey, Papua Barat

Saat ini petani tak perlu tergantung pada cuaca, atau khawatir hasil panen mereka berjamur. Teknologi tepat guna tersebut bahkan tak perlu bahan bakar minyak.

“Terkait alat pengering, memang dibutuhkan adanya alat seperti ini yang mana kita tidak perlu khawatir dengan cuaca, misalnya hujan. Selain itu, untuk pengeringannya bisa menggunakan sampah di sekitar dan tidak memerlukan listrik, sehingga bisa digunakan di mana saja. Namun harapannya mesin pengering yang dibuat bisa memuat kapasitas lebih banyak sehingga dapat mengeringkan lebih banyak dan lebih cepat,” tutur Aher Samai selaku Ketua Kelompok Tani Rangkum, Rabu (23/9).

Alat pengering tepat guna ini dapat memangkas waktu pengolahan, dari 7 hari menjadi 2 hari saja.

Dengan suhu yang dapat dibuat stabil 60 derajat Celsius, kualitas serta harga jual biji pala tetap terjaga. Dalam 1 kali proses pengeringan, alat tersebut bisa menampung sampai seribu biji pala.

“Kemudian di atasnya ada space  khusus lagi yang dalamnya ada lima tray, tu bisa mengeringkan sekitar seribu biji pala,” tutur Michel Obrien, Perwakilan Tim TEP Universitas Hasanuddin, dalam keterangannya.

Penerapan teknologi pertanian modern tersebut sejalan dengan pandangan Presiden Prabowo Subianto yang optimistis modernisasi di sektor pertanian bisa memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional.

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan tentang pentingnya keberlanjutan aksi nyata di lapangan.

AHY menyampaikan hal itu dalam arahannya kepada para peserta program Tim Ekspedisi Patriot.

“Jangan sampai teman-teman Ekspedisi Patriot sudah turun ke lapangan, sudah mendengarkan masyarakat, kemudian berhenti di masalah. Kita harus menghadirkan solusi yang terbaik, relevan, visibel, dan masuk akal,” tutur Menko AHY saat kunjungan ke Jayapura beberapa waktu lalu, Kamis (17/9).

Baca Juga  BI Dukung Desa Rias di Bangka Belitung Menjadi Lumbung Pangan Beras

Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, menegaskan teentang pentingnya kemandirian serta keaktifan para pemuda di lapangan.

“Indonesia membutuhkan SDM yang tidak lagi menunggu perintah, tetapi mampu melihat masalah, menganalisisnya, lalu menghadirkan solusi. Itulah yang kami sebut sebagai Disiplin Inisiatif,” ujar Mentrans beberapa waktu lalu.

Hadirnya Smart Solar Biomass Dryer sebagai bukti nyata dedikasi Tim Ekspedisi Patriot di lapangan untuk mengubah tantangan jadi solusi, memangkas hambatan produksi, dan mendorong kesejahteraan petani yang ada di Kawasan Transmigrasi Fakfak Timur.

Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion