Connect with us

Kesehatan

Anak Alami Gejala Ini? IDAI Ingatkan Waspadai Tanda Keracunan

Published

on

Ilustrasi keracunan [instagram]

Jakarta, Bindo.id – Orang tua diimbau Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) agar tidak menunda membawa anak ke fasilitas kesehatan (faskes) ketika mencurigai terjadinya keracunan makanan.

IDAI mengatakan keterlambatan penanganan medis jauh lebih berbahaya jika dibandingkan jenis kuman penyebab keracunan tersebut.

“Jangan menunda ke fasilitas kesehatan karena menunggu ramuan penawar racun bekerja. Keterlambatan datang ke fasilitas kesehatan lebih berbahaya daripada jenis kuman penyebab,” ujar Ketua UKK Emergensi dan Terapi Intensif Anak IDAI Dr dr Yogi Prawira, Sp A, Subsp. ETIA(K) dalam media briefing, Jumat (11/9/2026).

dr Yogi mengatakan mual dan muntah, nyeri perut, buang air besar (BAB) cair, atau BAB berdarah merupakan gejala yang lazim ditemui pada anak yang mengalami keracunan makanan.

Gejala yang tidak khas dan perlu diwaspadai, yakni demam, nyeri kepala atau pusing, pandangan kabur, kelemahan anggota gerak, dan kesemutan.

Kondisi ini perlu segera ditangani tenaga medis.

Sebagian besar kasus, anak juga mengalami tanda dehidrasi seperti mulut kering, terus-menerus merasa haus, pusing, lebih jarang berkemih, warna air kemih lebih pekat, serta lemas.

Dokter lulusan Universitas Indonesia tersebut mengatakan ada 4 indikator utama bagi orangtua untuk mengenali indikasi keracunan makanan :

1. Gejala Berkelompok

Gejala sakit yang dialami secara bersamaan dari berbagi makanan, minuman, atau tempat yang sama. Ini sebagai petunjuk tunggal yang paling kuat.

2. Paparan Berisiko Tinggi

Konsumsi daging atau unggas yang kurang matang, susu tanpa pasteurisasi, makanan laut mentah, air sumur/banjir, susu formula bubuk, atau pemberian madu pada bayi di bawah 12 bulan.

3. Riwayat Perjalanan dan Pola Musiman

Riwayat perjalanan ke daerah yang memiliki keamanan pangan dan air kurang terjamin, sebagian patogen juga punya pola musiman.

Baca Juga  Jakarta Berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh Untuk Semua Sekolah Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

4. Selang Waktu yang Cocok

Jarak waktu antara jam makan dengan munculnya gejala sesuai masa inkubasi patogen tertentu. Hal ini yang membuat penelusuran menu bisa dipertanggungjawabkan.

“Jadi kalau ada puluhan anak muntah waktu bersamaan, sumber yang sama, pola berkelompok ini, pola KLB ini, menjadi salah satu yang paling kuat,” ujarnya.

IDAI Ungkap Sederet Gejala Keracunan pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *