Info Nasional
Tanggapan BGN Terkait Ratusan Santri Di Sidoarjo Keracunan MBG
Jakarta, Bindo.id – Badan Gizi Nasional (BGN) turut prihatin atas kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa 512 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam Sidoarjo, Jawa Timur.
Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, mengatakan BGN menaruh perhatian serius pada musibah ini.
“BGN menaruh perhatian serius terhadap kejadian ini. Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam, terutama kepada para siswa yang terdampak dan keluarga yang saat ini mendampingi,” tutur Ketut pada keterangan tertulis, Rabu (2/9/2026).
Ketut mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi bersama Dinas Kesehatan setempat dan pihak terkait lainnya tentang masalah ini.
Proses investigasi terkait penyebab keracunan saat ini masih proses investigasi.
Sampel makanan masih diperiksa di laboratorium. Ketut menyebut BGN memprioritaskan keselamatan dan kesehatan semua penerima MBG.
“Keselamatan dan kesehatan setiap penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis adalah prioritas kami,” ujarnya.
Harapan BGN, semua santri korban keracunan bisa pulih secepatnya sehingga dapat kembali beraktivitas normal.
“Kami berharap seluruh siswa yang terdampak dapat segera pulih, kembali berkumpul bersama keluarga, dan kembali beraktivitas seperti sedia kala,” tutur Ketut.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Rafli Ridho sebelumnya telah meminta maaf setelah ratusan santri mengalami keracunan MBG.
“Mohon maaf ya, saya menyesal,” ujar Rafli kepada awak media, Rabu (2/9/2026).
Kata Rafli, proses pengolahan makanan MBG pada dasarnya dilakukan seperti biasa.
Proses memasaknya dimulai sekitar pukul 00.00 WIB.
Setelah selesai diolah, makanan selanjutnya dikirim ke penerima sekitar pukul 11.00 WIB.
“Seperti biasa, ya jam 00.00 WIB mulai ngolah,” ungkapnya.
Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion
