Connect with us

Info Regional

Warga Diminta Jaga Jarak Radius 5 Kilometer Dari Kawah Aktif Sebab Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Level III Siaga

Published

on

Status Gunung Anak Krakatau naik jadi level III Siaga [instagram]

Jakarta, Bindo.id – Tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda antara Lampung dan Banten statusnya naik dari level II (waspada) menjadi level III (siaga).

Hal itu disampaikan oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Lana Saria menuturkan peningkatan status itu berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental yang menunjukkan kenaikan signifikan aktivitas gunung api tersebut pada beberapa waktu terakhir.

Data pengamatan menunjukkan ada peningkatan jumlah gempa vulkanik, perubahan deformasi tubuh gunung, dan juga aktivitas permukaan yang mengindikasikan adanya suplai magma menuju ke bagian dangkal.

“Peningkatan aktivitas ini menunjukkan adanya suplai magma ke permukaan, sehingga masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati kawah aktif dalam radius yang telah direkomendasikan,” ujar Lana Saria dikutip dari Antara, Jumat (3/7/2027).

Hasil pemantauan tiltmeter di beberapa stasiun pengamatan juga menunjukkan kecenderungan inflasi yang menandakan akumulasi tekanan di dalam tubuh gunung api.

Badan Geologi merekomendasikan masyarakat, nelayan, serta wisatawan agar tak mendekati Gunung Anak Krakatau di radius 5 kilometer dari kawah aktif. Hal ini dilakukan agar bisa menghindari potensi bahaya erupsi ataupun lontaran material pijar.

Masyarakat yang ada di sekitar pesisir Selat Sunda juga diminta agar tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti arahan pemerintah daerah maupun petugas pemantau gunung api.

Pemerintah daerah bersama dengan instansi terkait sudah diminta mempersiapkan upaya mitigasi serta memperkuat koordinasi jika terjadi peningkatan aktivitas lebih lanjut.

Badan Geologi mengatakan pemantauan Gunung Anak Krakatau dilakukan secara intensif selama 24 jam dengan memakai jaringan seismik, deformasi, serta pengamatan visual untuk memastikan perkembangan aktivitas vulkanik bisa dideteksi lebih dini.

Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion

Baca Juga  Pembekalan Ilmu Mitigasi Bencana Pada Warga Lereng Gunung Raung Banyuwangi
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *