Connect with us

Teknologi

Sat Set Buat AI di HP Dengan Chip Storage UFS 5.0 Yang Dirilis Samsung

Published

on

Chip Storage UFS 5.0 Samsung [telset]

Jakarta, Bindo.id – Lini chip penyimpanan UFS 5.0 yang dirancang khusus untuk mengakselerasi pengolahan Kecerdasan Buatan (AI) di perangkat mobile generasi selanjutnya telah diumumkan Samsung.

Chip yang berbasis flash ini diposisikan untuk solusi utama di perangkat seperti smartphone, tablet, maupun headset XR (Extended Reality).

Tidak hanya pembaruan rutin, UFS 5.0 juga membawa peningkatan yang sangat masif untuk mendukung tren on-device AI.

Standar Universal Flash Storage (UFS) yang dikembangkan JEDEC dan para raksasa industri memori perlahan namun pasti telah mulai menyamai kecepatan penyimpanan SSD sekelas PC.

Berbasis pada standar antarmuka UFS terbaru rancangan JEDEC, teknologi inovatif dari Samsung tersebut memanfaatkan 2 jalur data (data lanes) untuk mencapai kecepatan transfer bandwidth yang luar biasa.

Catatan performanya seperti berikut ini :

  • Kecepatan Baca Sekuensial (Sequential Read): Tembus sampai 10,8 GB/s.
  • Kecepatan Tulis Sekuensial (Sequential Write): sampai 9,5 GB/s.

Samsung mengatakan deretan angka itu membuat chip UFS 5.0 sebagai solusi penyimpanan seluler yang memiliki performa tertinggi di industri saat ini.

Secara perbandingan, kecepatannya bahkan lebih dari 2 kali lipat dengan standar UFS 4.1 generasi sebelumnya.

Ukuran Makin Mungil, Baterai Makin Awet

Walaupun kinerjanya meroket, Samsung berhasil memadatkan UFS 5.0 ke dalam modul yang jauh lebih ringkas.

Chip tersebut punya dimensi hanya 7,5 mm × 13 mm × 0,9 mm. Sehingga 16,7% lebih kecil dari solusi UFS 4.1.

Ukuran yang menyusut ini memberi fleksibilitas desain untuk para produsen HP sehingga bisa menata komponen internal lebih leluasa.

Tidak hanya itu, Samsung juga menyematkan teknik efisiensi mutakhir misalnya clock gating maupun operasi multi-tegangan.

Hasilnya, efisiensi daya di chip UFS 5.0 melonjak sampai 40%.

Baca Juga  Menkominfo Ungkap Potensi AI Untuk Ekonomi

Sehingga perangkat seluler bisa mentransfer beban data raksasa,  namun konsumsi energinya jauh lebih sedikit. Dengan chip ini, berpotensi memperpanjang umur baterai di smartphone masa depan.

Infrastruktur Wajib untuk ‘On-Device AI’

Peluncuran chip tersebut selaras dengan ambisi besar industri di ranah AI lokal.

Head of Memory Product Planning Samsung Electronics, Jangseok Choi, mengatakan saat ini chip penyimpanan sudah berevolusi jadi komponen infrastruktur paling krusial untuk komputasi berbasis AI.

Kecepatan ekstrem dari UFS 5.0 dirancang bisa menangani transfer data masif tanpa adanya bottleneck ketika melakukan LLM atau chatbot AI offline.

Adanya peningkatan tren modifikasi perangkat seperti riset yang menyulap ponsel lawas lini Pixel jadi data center murah. Ini juga sebagai bukti tingginya tuntutan akan kinerja penyimpanan lokal yang prima.

Samsung berencana akan mulai memproduksi massal chip UFS 5.0 tersebut di kuartal keempat mendatang dengan opsi kapasitas sampai 1 TB per chip.

Chip dengan kecepatan monster ini diprediksi akan jadi “nyawa” baru pada deretan smartphone flagship, headset XR, maupun wearable AI generasi mendatang, demikian dikutip dari Techspot pada Rabu (24/6/2026).

Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion