News
Masjid Kayu Peninggalan Sunan Kalijaga Ludes Terbakar
Boyolali, Bindo.id – Masjid Jami’ Jalaluddin peninggalan Sunan Kalijaga di Boyolali yang terbuat dari kayu berusia ratusan tahun tersebut habis terbakar.
Masjid bersejarah yang ada di Dukuh Glinggang, Desa Kendel, Kecamatan Kemusu, Boyolali tersebut dilaporkan terbakar bahkan ludes pada Kamis (20/3) dini hari.
Masjid kuno dari kayu jati tersebut disebut usianya sudag ratusan tahun. Warga meyakini masjid tersebut merupakan peninggalan Sunan Kalijaga.
“Saya dapat laporan (kebakaran masjid itu) jam setengah 4 pagi,” ujar Kasatsus Banser Tanggap Bencana (Bagana) Kabupaten Boyolali, Wawan Ayasin, Kamis (19/3/2026).
Masjid kuno yang konstruksinya berasal dari kayu jati itu diprediksi umurnya sudah ratusan tahun.
Kabid Damkar Satpol PP Boyolali, Supriyono, menuturkan 3 unit truk pemadam telah diterjunkan ke lokasi.
“Kami mendapat laporan pukul 03.50 WIB. Tiga unit Damkar kami kerahkan ke lokasi,” ujar Supriyono.
Ia mengatakan kebakaran tersebut awalnya diketahui warga setempat bernama Kusmanto.
Saat itu Kusmanto segera memanggil warga lainnya untuk memadamkan api memakai peralatan seadanya.
“Namun karena material masjid sebagian besar terbuat dari kayu jati, dan kondisi masjid semalam baru saja diplitur sehingga api dengan cepat membesar dan sulit dipadamkan,” ujar Supriyono.
Masjid kuno yang ukurannya 20 x 40 meter tersebut ludes dilalap api.
Supriyono membeberkan sejumlah kendala, yaitu ketika dilaporkan ke Damkar, api sudah sangat besar.
Jalan menuju ke lokasi berupa tanjakan serta turunan ekstrem dengan kondisi cor beton yang rusak.
“Tak ada korban jiwa. Bangunan yang dapat diselamatkan yaitu rumah yang berada di sekitar samping masjid,” ujarnya.
Dilansir dari laman resmi Pemkab Boyolali, masjid kuno di Dukuh Glinggang, Desa Kendel,Kecamatan Kemusu, Boyolali tersebut disebut sebagai tempat pertapaan Raden Said atau Sunan Kalijaga.
Kata Muhndori, salah satu cucu Mbah Jalal, pembangunan masjid itu tak mudah, kayu jati yang diperoleh dapat dikatakan aneh dan sakral sebab harus melakukan puasa 2 tahun serta berdoa khusus untuk memperoleh kayu jati untuk mendirikan masjid.
“Cerita dari bapak saya dulu, bahwa masjid ini dibangun dengan susah payah dan penuh pengorbanan. Kayu yang buat bikin masjid, bukan kayu sembarangan,” ujarnya kepada boyolali.go.id, Kamis (30/03/2023).
“Di sini ada peninggalannya dari Raden Said, yaitu kayu jati ukuran kecil dan sekarang, oleh tokoh masyarakat sini untuk disimpan dengan baik,” lanjutnya.
Masjid yang diprediksi berumur sudah ratusan tahun itu tergolong bangunan tua dan unik, sebab seluruh dinding dan tangga maupun lantai terbuat dari kayu jati.
“Ya, semua masjid ini terbuat dari kayu jati. Masjid ini tingkat satu, bagian atas dulu khusus buat mengaji Al Quran. Kalau sekarang dibuat tempat sholat. Menurut Mbah Jalal dulu, kalau ngajinya di bawah tidak baik karena di atas sana ada orang, sama aja di bawah kaki Qurannya,” ujarnya.
Berdasarkan cerita, masjid tersebut sempat dipakai tempat bertapa Raden Said. Masjid ini juga sempat terbengkalai tak terurus. Akhirnya warga di rawat serta dibersihkan sebagai tempat beribadah.
Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion
