Info Regional
Biayai Proyek LRT dan RS, Pramono Akan Tambah Obligasi DKI Jadi Rp 5,2 Triliun
Jakarta, Bindo.id – Nilai penerbitan obligasi Jakarta menjadi sekitar Rp 5,2 triliun akan ditambah Gubernur DKI Pramono Anung.
Kata Pramono, penambahan nilai obligasi DKI untuk perpanjangan jalur LRT dari Manggarai hingga Dukuh Atas. Dana yang diperlukan perpanjangan jalur LRT senilai Rp 1,7 triliun.
Rencana penerbitan obligasi Jakarta sebelumnya sebesar Rp 3,5 triliun.
“Karena ada penambahan untuk LRT dari Manggarai sampai dengan Dukuh Atas,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Kata Pramono, dana obligasi itu juga akan diprioritaskan untuk membiayai pembangunan rumah sakit internasional.
“(Sektor) kesehatan karena memang Pemerintah DKI Jakarta akan membangun rumah sakit yang bertaraf internasional. Sehingga dengan demikian kebutuhan itu memang ada dan kami meyakini pasti Pemerintah DKI Jakarta akan mampu untuk menyelesaikan dengan baik,” ujarnya.
Pramono menyebutkan rencana penerbitan obligasi itu akan dibahas dengan DPRD DKI Jakarta.
“Ini kan sebentar lagi sudah diketok dengan Badan Anggaran (Banggar) atau dengan DPRD DKI Jakarta,” tuturnya.
Dia mengatakan Pemprov DKI Jakarta juga bekerjasama dengan World Bank sebagai penasihat dalam rencana penerbitan obligasi daerah itu.
“Kehadiran World Bank adalah sebagai semacam advisor bagi Indonesia dan tentunya bagi Jakarta yang baru pertama kali akan merilis obligasi daerah atau yang disebut dengan municipal bond,” ujarnya.
Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion
