Connect with us

Peristiwa

Bupati Lumajang Perintahkan Aktivitas Tambang Pasir Berakhir Jam 6 Sore Setelah Warganya Terkena Awan Panas

Published

on

Bupati Lumajang, Indah Amperawati [transparansi]

Lumajang, Bindo.id – Bupati Lumajang Indah Amperawati memerintahkan agar aktivitas pertambangan pasir berakhir pada pukul 18.00 WIB.

Kebijakan tersebut diambil setelah peeistiwa penambang pasir tertimbun material awan panas guguran (APG) Gunung Semeru di Sungai Besuk Kobokan pada Sabtu (20/6/2026) dini hari.

“Aktivitas tambang pasir hendaknya berakhir pukul 18.00 WIB, di atas jam 6 sore tidak boleh lagi ada aktivitas pertambangan,” ujar Indah di RSUD dr. Haryoto Lumajang, Minggu (21/6/2026).

Seorang penambang pasir bernama Veri Irawan (33) merupakan warga Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Ia tertimbun material sisa Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru pada Sabtu (20/6/2026).

Veri menjalani perawatan intensif di Ruang ICU RSUD dr Haryoto Lumajang. Dirinya mengalami luka bakar hingga 80 persen di sekujur tubuhnya.

Indah mengatakan hingga saat ini banyak aktivitas tambang di malam hari walaupun sudah dilarang pemerintah. Padahal, aktivitas malam di area pertambangan sangat berbahaya sebab jarak pandang terbatas.

Kondisi Gunung Semeru yang fluktuatif sewaktu-waktu dapat mengeluarkan APG ataupun banjir lahar.

“Di Gunung Semeru masih ada jutaan ton material, ini sangat berisiko apalagi di atas gunung sering hujan, apabila material itu terbawa sangat berbahaya,” ujarnya. 

Du waktu dekat, Indah berencana untuk melakukan koordinasi bersama para kepala desa yang ada aktivitas pertambangan supaya memastikan tak ada lagi aktivitas pertambangan saat malam hari.

Saat ini status Gunung Semeru masih ada di level III atau Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau kepada warga agar tak melakukan aktivitas di sektor tengara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak.

Di luar jarak itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas di jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Area tersebut berpotensi terlanda perluasan awan panas maupun aliran lahar sampai jarak 13 kilometer dari puncak.

Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion

Baca Juga  4 Titik Rawan Kecelakaan Di Lumajang Yang Perlu Diwaspadai