Connect with us

Info Regional

Proyek Data Center AI Rp 3,5 Triliun Di Jatiluhur Disetop Sementara Sebab Amdal Belum Rampung

Published

on

Proyek Data Center AI Rp 3,5 Triliun di Jatiluhur di setop sementara [threads]

Purwakarta, Bindo.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menghentikan sementara pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) milik BDx yang lokasinya berada di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.

Keputusan tersebut diambil usai Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengadakan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek pada Senin (28/9/2026).

Penghentian sementara ini dilakukan sebab belum rampungnya beberapa dokumen perizinan penting, termasuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), yang merupakan syarat utama dalam pembangunan proyek berskala besar.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat Adi Komar menyebut upaya penghentian ini sifatnya sementara hingga semua dokumen dinyatakan lengkap serta sesuai ketentuan.

“Dihentikan sementara sejak kemarin, Senin (28/9/2026) ketika Pak Gubernur sidak langsung ke lokasi proyek,” tutur Adi saat dihubungi, Selasa (29/9/2026).

Penghentian pembangunan tak hanya karena aspek teknis konstruksi, namun lebih kepada kepatuhan administratif dan lingkungan.

Menurut Pemerintah, proyek yang punya skala besar seperti pusat data AI harus memenuhi semua aturan sebelum dilanjutkan.

Kata Adi Komar, pemerintah provinsi pada dasarnya mendukung investasi, akan tetapi tetap mengutamakan kepatuhan regulasi.

“Ada beberapa yang kita juga perhatikan seperti aturan dan pemenuhan ketentuan yang berlaku. Apalagi ini skalanya cukup besar,” ujarnya.

Dia menyebut kewenangan penerbitan AMDAL dan PBG ada di Pemerintah Kabupaten Purwakarta, sedangkan Pemprov Jabar berperan dalam pengawasan serta koordinasi lintas sektor.

“AMDAL dan PBG itu dikeluarkan izinnya oleh Kabupaten Purwakarta. Pak Gubernur kemarin itu sangat teliti jadi pada saat dikonfirmasi beberapa proses salah satunya adalah AMDAL, ternyata memang masih proses,” tuturnya.

Salah satu perhatian utama dari pemerintah daerah yakni kebutuhan air yang sangat besar dari proyek data center itu.

Pada tahap awal saja, kebutuhan air diprediksi sekitar 6.000 meter kubik per hari serta akan terus meningkat seiring pengembangan fasilitas.

Baca Juga  Kembangkan Benih Padi Unggul Di Jawa Barat, Dedi Mulyadi Jalin Kerjasama Dengan BRIN

Di tahap lanjutan, kebutuhan air diproyeksikan sekitar 384 liter per detik atau sekitar 33.000 meter kubik per hari.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut kebutuhan air sebesar itu tak boleh mengganggu kepentingan masyarakat, khususnya sektor pertanian di sekitar Jatiluhur.

Dia meminta agar semua aspek lingkungan dikaji secara transparan sejak awal, karena dampak jangka panjang dari operasional pusat data berbasis AI tersebut.

Dedi Mulyadi juga menyoroti tentang pentingnya keterbukaan dalam proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Ia mengatakan dokumen AMDAL tak hanya bersifat administratif, namun termasuk informasi publik yang harus bisa diakses masyarakat.

“Amdal ini barang publik, bukan barang privat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (29/9/2026).

Dirinya meminta agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purwakarta mempublikasikan pihak-pihak yang terlibat dalam penyusunan AMDAL, termasuk juga konsultan maupun tim ahli yang melakukan kajian.

Menurut Dedi, transparansi dibutuhkan agar masyarakat memahami secara utuh potensi dampak lingkungan dari proyek besar tersebut.

“Ini era keterbukaan. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta diperintahkan oleh undang-undang… untuk membuat analisis dampak lingkungan,” tuturnya.

Dedi juga menyatakan kebutuhan air proyek agar tak mengganggu distribusi air untuk pertanian. Ini menjadi perhatian serius sebab kawasan Jatiluhur sebagai salah satu penyangga irigasi penting di Jawa Barat.

Dia meminta supaya setiap perubahan kebutuhan air dikaji secara ketat serta dipublikasikan secara terbuka supaya tak menimbulkan keresahan masyarakat.

“Ketika di media sosial muncul mengenai orang kecemasan terhadap BDx, air, kebisingan, konsultannya jawab,” ujar Dedi.

Proyek data center AI BDx di Jatiluhur termasuk investasi besar bernilai sekitar Rp3,5 triliun. Proyek ini berdiri di atas lahan sekitar 11 hektare dalam kawasan pengembangan 8.000 meter persegi.

Baca Juga  Palak Sopir Truk, Petugas Dishub Kota Bekasi Terancam Dipecat

Fasilitas ini dirancang punya 6 gedung berkapasitas hingga 640 MW.

Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion