Info Regional
Desa Adat Sade Akan Dibangun Kembali Pasca Kebakaran
Jakarta, Bindo.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) akan melakukan revitalisasi kawasan permukiman Desa Adat Sade, Rembitan, Lombok Tengah.
Desa tersebut akan dibangun kembali dengan mempertahankan arsitektur tradisional di kampung adat tersebut.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi NTB Muhammad Ihwan menuturkan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal sudah mengarahkan supaya revitalisasi kawasan Desa Adat Sade tak mengabaikan nilai budaya Sasak yang dilestarikan secara turun-temurun sejak ratusan tahun silam.
Dia mengatakan Pemkab Lombok Tengah, Kementerian Kebudayaan, Balai Pelestarian Kebudayaan, tokoh adat, maupun warga setempat akan dilibatkan untuk penanganan rekonstruksi.
“Kami akan membuat desain bagaimana membangun kembali. Tentu ini tidak seperti bencana biasa karena situs kebudayaan ini akan melihat keaslian dan data dari masyarakat,” tutur Ihwan saat meninjau Desa Adat Sade, Senin (24/8/2026).
Revitalisasi ini untuk upaya memperbaiki Desa Adat Sade, Lombok Tengah setelah terjadi kebakaran hebat pada Sabtu (22/8) malam.
Kebakaran tersebut mengakibatkan rumah-rumah tradisional yang beratap ilalang di kampung adat tertua di Lombok ini rata dengan tanah.
Di tahap awal, pemerintah fokus pada pendataan menyeluruh tentang kepemilikan lahan, bangunan terdampak, maupun kebutuhan setiap keluarga.
Rumah warga yang habis terbakar tak akan diganti jadi bangunan modern atau diseragamkan secara kaku.
Desain tata ruang di Desa Adat Sade akan mengacu pada hasil riset arsitektur dengan tetap memperhatikan arahan dari para tokoh adat setempat.
Kata Ihwan, Pemprov NTB menjamin proses rekonstruksi berjalan adil, transparan, serta sesuai data historis kepemilikan masyarakat.
“Yang kami bangun kembali bukan hanya rumahnya, tetapi identitas dan ekosistem budaya Sade. Karena itu, masyarakat harus menjadi bagian dari proses sejak pendataan, penyusunan desain sampai pelaksanaan rekonstruksi,” ujarnya.
“Di sini bukan hanya tempat tinggal warga, ada bisnis pariwisata dan kebudayaan yang masyarakat kelola sendiri,” lanjut Ihwan.
Dirinya berharap skema pembiayaan rekonstruksi kawasan budaya Desa Adat Sade bisa ditanggung pemerintah pusat.
Pengerjaan teknis ini akan dilakukan bersama Dinas PUPRPKP agar kawasan Sade lebih tertata tanpa merusak keasliannya.
“Bantuan juga banyak dari lembaga donor, masyarakat dan lainnya. Jadi skema pendanaan belum ada yang pakem nih. Ini masih kami tunggu. Jadi Kemenbud dan Kemenpar menjadi kunci rekonstruksi ini,” ujarnya.
Mendata Ulang Jumlah Rumah Terdampak
Pemprov NTB akan mendata ulang jumlah rumah maupun warga yang terkena dampak kebakaran Kampung Adat Sade.
Pihaknya masih belum menerima angka pastinya hingga hari kedua pascakebakaran.
“Kami akan melakukan pendataan ulang by name by address,” ujar Asisten I Setda Pemprov NTB, Lalu Muh Faozal, saat meninjau Desa Adat Sade, Senin.
Pemerintah Desa (Pemdes) dan Pemkab Lombok Tengah mendata termasuk juga detail ukuran rumah hingga peninggalan budaya sebelum kebakaran.
“Tapi yang jelas kami akan bantu selesaikan rumahnya,” ujarnya.
Pemkab Lombok Tengah sebelumnya mencatat kebakaran di Desa Adat Sade menghanguskan sebanyak 75 rumah (sebelumnya disebut 129 rumah) dan 69 art shop (toko seni) milik warga.
Beberapa fasilitas adat dan fasilitas umum juga ikut terkena dampak yakni masjid, berugak, serta satu lumbung alang-alang.
Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion
