Connect with us

Peristiwa

Update Dampak Gempa NTT Tewaskan 51 Orang Dan Bangunan Terdampak

Published

on

Ilustrasi dampak gempa NTT [instagram]

Jakarta, Bindo.id – Total korban meninggal dunia usai gempa bumi yang terjadi sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 51 orang.

Korban luka berat tercatat ada 64 orang. Data tersebut dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) per pukul 09.00.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyebutkan jumlah korban meninggal tersebut bertambah usai tim SAR melakukan evakuasi 4 warga dengan kondisi kematian dunia, terdiri dari 3 warga di Manggarai Timur dan 1 warga di Manggarai.

“Untuk update per pukul 09.00 adalah 51. Penambahan yang pertama, di Manggarai Timur ada tiga warga yang dievakuasi dalam kondisi kematian dunia,” ujar Syafii saat konferensi pers Penanganan Bencana Gempa NTT, Minggu (16/8/2026).

Di Kabupaten Manggarai, jumlah korban meninggal yang sebelumnya ada 23 orang, bertambah menjadi 24 orang.

Sehingga total korban meninggal dunia akibat gempa NTT ini jadi 51 orang.

Dari laporan situasi Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan per 15 Agustus 2026, gempa berimbas di Kabupaten Sikka, Ende, Manggarai Timur, Nagekeo, Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, serta Flores Timur.

Populasi terkena dampak tercatat sekitar 2.196.745 orang.

Kata Syafii, kondisi lapangan masih terdampak di beberapa wilayah, terutama akibat gangguan akses jalan maupun longsor.

Di sejumlah titik juga masih ada gangguan jaringan komunikasi dan listrik, khususnya di Manggarai Timur maupun wilayah lainnya.

Ia mengatakan tim SAR terus mengadakan operasi di berbagai titik. Di wilayah yang sulit dijangkau atau ada kendala komunikasi, tim SAR juga menggunakan jalur laut.

Syafii mengatakan helikopter SAR sudah bergabung dalam operasi dan bergerak menuju ke Labuan Bajo.

Nantinya, Helikopter tersebut bisa dimanfaatkan untuk mendukung operasi SAR ataupun perpindahan logistik saat tak dipakai untuk evakuasi korban.

Baca Juga  Heboh Anak Babi Mirip Manusia Di Manggarai Barat

“Pada saat tidak ada warga yang harus terevakuasi dengan pesawat SAR, kami berharap pesawat juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung atau memindahkan logistik,” tuturnya.

Kata Syafii, beberapa tim SAR dari berbagai daerah juga sedang dalam perjalanan menuju ke Flores, seperti dari Makassar dan Surabaya.

Di lain sisi, laporan Kementerian Kesehatan menunjukkan beberapa fasilitas kesehatan juga menyebabkan gempa.

Ada 21 rumah sakit yang berada di delapan kabupaten/kota terdampak, yakni 16 rumah sakit masih beroperasi penuh, 4 beroperasi sebagian, serta 1 belum beroperasi.

Ada 190 puskesmas terdampak, yakni 122 puskesmas yang beroperasi penuh, 49 beroperasi sebagian, serta 19 belum beroperasi.

Kata Syafii, operasi SAR dan pemantauan kondisi di lapangan masih terus dilakukan untuk mencari sert melakukan evakuasi korban yang perlu penanganan.

Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion