Connect with us

Transportasi

Pengadaan KRL hingga 2027, Beli Baru dari Jepang, Bikin Kereta dan Retrofit di PT INKA

Published

on

foto:istimewa/dok/bas

Jakarta, Bindo.id – Untuk memenuhi kebutuhan sarana terutama penumpang KRL Commuterline, KAI Commuter melakukan menyiapkan rangkaian kereta baru KRL dan peremajaan (retrofit) pada rangkaian lamanya.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba menyatakan impor kereta bekas batal dan pihaknya bersama stakeholder sudah menyusun rencana pengadaan kereta baru hingga 2027.

“Kita sudah menemukan solusinya, 3 KRL baru impor, 19 KRL retrofit, 16 KRL untuk penambahan kapasitas, dan ada 8 penambahan kereta baru lagi di tahun 2027 untuk replacement,” kata Anne kepada awak media di Depo KRL Depok, Jawa Barat, Selasa (11/7/2023).

Dia menjelaskan, pengadaan KRL untuk memenuhi dua kriteria yaitu, replacement dan untuk penambahan kapasitas angkut.

“Pengadaan KRL untuk kita penuhi kapasitas angkut dan replacement. Untuk penambahan kapasitas angkut itu di tahun 2025 dan tahun 2026 sebanyak 16 trainset. Jadi untuk yang replacement yang lima tahun ke depan itu adalah 3 KRL baru impor, untuk 19 retrofit dan 8 KRL baru pada tahun 2027,” kata Anne.

Untuk retrofit atau modernisasi kereta-kereta yang saat ini sudah perlu dipensiunkan. Kereta tersebut akan diperbarui teknologinya, jumlahnya mencapai 19 rangkaian dengan bekerja sama PT INKA.

Waktu pengerjaannya butuh 14-15 bulan sekali pengerjaan. KCI dan Inka menyepakati agar tiap tahun hingga 2027 ada 4 kereta yang diretrofit.

KCI dan PT INKA dikatakan, juga sudah melakukan kontrak pembelian puluhan kereta baru. Rinciannya, sampai 2024 rencananya akan ada 24 kereta baru hasil pabrikan INKA. Anne mengatakan di tahun 2025-2026 akan ada 16 rangkaian kereta baru yang siap digunakan, sisanya 8 rangkaian akan menyusul di tahun 2027.

“Jadi di 2025-2026 akan ada 16 trainset baru, yang dikerjasamakan dan dikontrak bareng INKA dengan biaya hampir Rp 4 triliun, di 2027 akan ada tambahan 8 kereta baru,” ungkap Anne.

Baca Juga  Tanggapan Kemenperin Saat Seruan Boikot Produk Israel Ramai

Untuk kereta impor, Anne Purba menjelaskan pihaknya akan mendatangkan kereta api baru yang dibeli dari Negara Jepang.

“Diharapkan kita akan mengadakan 3 KRL baru dari Jepang, butuh 14-15 bulan,” kata Anne.

Dia menjelaskan, adapun target pengadaan akan dilakukan pada Agustus atau paling lambat September. Kemudian tanda tangan kontrak untuk impor KRL bisa dilakukan. Setelahnya 14-15 bulan akan dilakukan untuk proses produksi, pengiriman, hingga sertifikasi kereta untuk siap dipakai.

“Targetnya kita tanda tangan kontak impor di bulan Agustus atau selambatnya September. Nanti 14-15 bulan kereta akan sampai di sini. Kita usahakan 14-15 bulan itu, kalau bisa lebih cepat, kereta sudah tiba di sini dan siap dipakai,” ungkap Anne.

Anne juga menyampaikan rencananya semua pengadaan KRL baru maupun yang retrofit akan memiliki spesifikasi 1 rangkaian 12 kereta alias staformasi 12 (SF 12).(fhm)

Ikuti berita terkini dari BINDO di
Google News, YouTube, dan Dailymotion