Connect with us

Transportasi

Antisipasi Lonjakan Penumpang, Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Terapkan Delaying System

Published

on

Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni

Ketapang, Bindo.id – Tren arus balik di lintasan Ketapang-Gilimanuk belum menunjukkan peningkatan signifikan.

General Manager ASDP Ketapang, M. Yasin menyatakan bahwa pihaknya memprediksi lonjakan penumpang arus balik yang akan terjadi pada H+7 dan H+8.

“Arus balik dari Ketapang menuju ke Gilimanuk itu cukup panjang dan diperkirakan akan meningkat tajam pada H+7 dan H+8. Hal ini didukung dengan adanya perilaku masyarakat yang ingin menetap karena tradisi lebaran ketupat atau perayaan yang digelar sepekan setelah Idul Fitri,” jelas Yasin, Rabu (26/4/2023).

Namun pihaknya telah mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut dengan mengoptimalkan dermaga dan kapal berukuran besar. Saat ini kondisi arus di pelabuhan Ketapang-Gilimanuk masih landai dan terlihat ramai lancar, dengan kapal operasi normal sebanyak 28 unit. Dalam kondisi padat akan dioperasikan 32 unit kapal termasuk pengoperasian KMP Jatra II sebagai kapal perbantuan yang mampu menampung 400 kendaraan roda dua, dan 100 mobil pribadi.

“Selain itu, untuk mengantisipasi penumpukan dan kemacetan di jalur menuju pelabuhan pada momentum arus balik, ASDP juga telah menerapkan delaying system pada buffer zone yang telah disediakan,” tuturnya.

Terdapat dua buffer zone yaitu di Terminal Sri Tanjung dan ASDP Sport Center. Yasin menegaskan, agar masyarakat sudah memiliki tiket sebelum masuk ke pelabuhan demi menjaga ketertiban lalu lintas dan kepadatan di jalan sekitar pelabuhan.

“Kami sudah mengoptimalkan area buffer zone yang ada untuk mengurangi antrean panjang menuju pelabuhan. Untuk itu bagi masyarakat yang belum memiliki tiket silakan untuk memesannya melalui aplikasi Ferizy atau mitra resmi seperti Indomaret, Alfamart, Agen BRILink, BNI Agen 46, dan Finpay,” ujarnya.

Berdasarkan data Posko Ketapang selama 24 jam (periode 25 April 2023 pukul 08.00 WIB hingga 26 April 2023 pukul 08.00 WIB) atau H+2, di mana tercatat jumlah kapal yang beroperasi sebanyak 32 kapal.

Baca Juga  Dengarkan Aspirasi Pelanggan, Direksi Pelni Rasakan Tidur Bersama Penumpang Ekonomi

Adapun realisasi total penumpang mencapai 46.633 orang atau naik 38% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 33.878 orang. Total seluruh kendaraan tercatat 12.435 unit yang telah menyeberang dari Jawa ke Bali pada H+2 atau naik 45% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 8.553 unit.

Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali mulai dari H-10 hingga H+2 tercatat 332.963  orang atau naik 9% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 304.693 orang.

Untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 77.101 unit atau naik 11% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 69.651 unit.

Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa mulai dari H-10 hingga H+2 tercatat 497.526 orang atau naik 19% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 417.159 orang.

“Untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 147.276 unit atau naik 20% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 122.650 unit,” katanya. (bas)

Ikuti berita terkini dari BINDO di
Google News, YouTube, dan Dailymotion