Connect with us

Kesehatan

Dinkes DKI Jakarta Sediakan 44 Puskesmas Dan 31 RSUD Untuk Menangani ISPA 24 Jam

Published

on

Ilustrasi ISPA [kemkes]
Ilustrasi ISPA [kemkes]

Jakarta, Bindo.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta telah mempersiapkan sejumlah upaya untuk menangani ISPA.

Saat ini kasus ISPA kian melonjak yang disebabkan oleh polusi.

Dinkes DKI menuturkan ada sebanyak 44 puskesmas kecamatan dan 31 RSUD yang siap untuk memberikan pelayanan ISPA 24 jam.

Hal ini merupakan upaya untuk melakukan penanganan kesehatan masyarakat yang terkena dampak polusi udara.

“Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah menyediakan 44 puskesmas kecamatan dan 31 RSUD yang siap melayani masyarakat selama 24 jam,” tutur Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati, Senin (4/9/2023).

Ani menyebutkan bahwa di puskesmas telah disediakan Poli Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta layanan Pojok Polusi untuk memberikam edukasi kepada masyarakat.

Dirinya menyebutkan Tenaga Sanitasi Lingkungan di RSUD dan Puskesmas juga akan mengadakan pengukuran kualitas udara secara indoor di ruang tunggu pelayanan.

Pengukuran kualitas udara tersebut akan dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan dan satu ruang kelas di satu sekolah terdekat.

“Kami juga melakukan surveilans ketat penyakit respirasi dan melaporkan dalam SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon) dan SI-PTM (Sistem Informasi Surveilans Penyakit Tidak Menular),” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan analisis.

Berbagai upaya preventif, promotif, dan kuratif juga akan dilakukan.

Menjalin kerja sama dengan berbagai stakeholder juga dilakukan untuk mewujugkan upaya tersebut.

Pihak yang diajak kerjasama diantaranya Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan berbagai sekolah.

“Bersama KPAI melakukan skrining kesehatan, sosialisasi, dan edukasi terkait polusi udara, lalu sosialisasi dan edukasi kepada Saka Bhakti Husada (SBH) terkait PHBS,” ujarnya.

Selanjutnya, Puskesmas dan SBH akan melakukan sosialisasi dan edukasi tersebut ke sekolah-sekolah.

Baca Juga  Walkot Jakarta Utara Beberkan Ruko Pluit Ditindak Usai Warga Lapor

“Upaya yang telah dilakukan bersifat jangka pendek, menengah, dan panjang,” ungkapnya.

Upaya ini turut melibatkan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) DKI Jakarta.

Pihak yang dilibatkan untuk menangani penurunan kualitas udara di Jakarta yakni Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan dan stakeholder terkait.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin sebelumnya telah menyoroti kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) yang terjadi di DKI Jakarta.

Budi menerangkan data pemantauan kualitas udara dan kasus ISPA yang terjadi di Jabodetabek pada periode 2021-2023.

“Ini datanya dibanding dengan WHO,” tutur Budi saat rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Rabu (30/8).

Dirinya menyebutkan saat ini tak pernah memenuhi standarnya WHO.

Budi menjelaskan tren polusi udara yang ada di Jabodetabek dalam kurun waktu 2 tahun terakhir.

Tren kasus ISPA yang ada di Jabodetabek sepanjang tahun 2022 berada di angka 50-100 ribu.

Akan tetapi, kasus tersebut mulai melonjak mulai Januari sampai Juni 2023 yakni berada di angka 150-200 ribu.

Oleh sebab itu, Budi meminta Plt Gubernur DKI Heru Budi Hartono agar dapat segera menangani kondisi ini.

Dirinya menuturkan Heru Budi akan memiliki tugas berat dengan permasalahan ISPA.

Ikuti berita terkini dari BINDO di
Google News, YouTube, dan Dailymotion